TANGERANG - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta agar program peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan madrasah tahun 2022 dibarengi dengan literasi digital dan moderasi beragama. Hal ini disampaikan dalam Kick Off Implementasi Realizing Educations’s Promises – Madrasah Education Quality Reform atau REP-MEQR Project Project Tahun 2022 oleh Menag beberapa waktu lalu.
Menurutnya Madrasah Reform harus memberi penguatan pada digitalisasi madrasah. Hal itu sejalan dengan program prioritas Kemenag, yakni Transformasi Digital.
"Program ini harus fokus mendorong akselerasi digitalisasi; membuat infrastruktur digital yang lebih kuat dan inklusif, meningkatkan literasi digital bagi kalangan madrasah, bahkan berkontribusi bagi lahirnya talenta-talenta digital madrasah yang mumpuni,” kata Menag dikutip dalam keterangan resminya, Kamis,(14/4/2022).
Selain itu, agenda Moderasi Beragama juga diwajibkan ada dalam setiap kegiatan REP-MEQR Project. Sebab menurutnya madrasah, harus menjadi lembaga pendidikan yang moderat, termasuk bagi guru maupun siswa.
"Penguatan moderasi beragama harus dilakukan di setiap program Madrasah Reform ini. Pendidik dan peserta didik harus memiliki cara pandang beragama yang moderat, karena Indonesia ini secara kodradi adalah beragam," ujar Gus Yaqut, sapaan akrab menag.
Diketahui, REP-MEQR Project adalah proyek yang diinisiasi Kementerian Agama dengan dukungan dari Bappenas dan Bank Dunia dengan target utama peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah. Bergulir sejak 2019, program ini sudah memasuki tahun ketiga.