Bicara Peluang Diaspora, Atikbud Canberra Kenang Sejarah Indonesia-Australia

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 26 Maret 2022 16:05 WIB
Atikbud Canberra dalam kegiatan Diaspora Talk (Foto: Dok)
Share :

CANBERRA - Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Mukhamad Najib mengatakan, sejak tahun 1788, lebih dari sembilan juta orang dari berbagai negara bermigrasi ke Australia, yang sebagian besar berasal dari negeri yang jauh di Eropa. Angka tersebut belum terhitung dari mereka yang berusaha untuk bermigrasi namun gagal sampai di Australia.

Pertanyaannya, mengapa banyak orang yang ingin datang ke Australia saat itu meski harus menentang bahaya? Jawabnya adalah karena mereka mencari kehidupan yang lebih baik.

Dalam paparannya saat menjadi pembicara kunci dalam acara Diaspora Talk, yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni (HA) Institut Pertanian Bogor (IPB) secara daring pada Sabtu (26/3/2022), Atdikbud Najib menyampaikan, di museum imigrasi yang ada di kota Melbourne, dapat dilihat jejak imigran yang datang ke Australia pada abad ke-18.

Baca Juga: Dubes Siswo Pramono Minta Mahasiswa Indonesia di Australia Bangun Jaringan

Menurutnya, interaksi antara Indonesia dan Australia juga sudah terjadi sejak lama. Jejak interaksi itu terlihat di antaranya sejak dahulu pelaut-pelaut Makasar sudah melakukan transaksi perdagangan dengan Australia. Kedatangan para imigran ke Australia pada tahun 1788 tidak lain adalah untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

“Orang datang ke Australia untuk mencari kehidupan yang lebih baik, salah satunya mencari kebebasan. Kita ingat, era 1700-1800an adalah era kolonial, era penjajahan. Jadi, pada zaman itu, kehidupan yang lebih baik didefinisikan sebagai mencari kebebasan, termasuk kebebasan untuk lepas dari perbudakan, kebebasan berbicara, dan juga kebebasan untuk belajar. Selain itu, kehidupan yang lebih baik pada masa itu juga dimaknai sebagai upaya mencari penghidupan yang lebih sejahtera," kata Najib.

Najib menambahkan, migrasi ke Australia untuk mencari kehidupan yang lebih baik masih tetap relevan sampai sekarang. Orang dari berbagai negara berkembang datang ke Australia saat ini karena merasa di Australia ada harapan.

“Hasil diskusi saya dengan para diaspora menyimpulkan bahwa mereka datang ke Australia karena negeri ini bisa memberikan ruang kebebasan dan juga memberikan peluang-peluang ekonomi yang bisa mensejahterakan," tutur Najib.

Baca Juga: Perkuat Studi Indonesia di Kampus Australia, Atdikbud Canberra Berusaha Hadirkan Guru Bantu

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya