JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta pesantren diseluruh Indonesia bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.
(Baca juga: Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Resmikan Digitalisasi Pertanian)
“Saya minta untuk terus dikembangkan agar pesantren-pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyarakat,” ungkap Wapres saat peresmian Bank Wakaf Mikro (BWM) Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta, Kamis (24/3/2022).
Sejumlah pesantren di Indonesia salah satunya pesantren Al Ittifaq Bandung yang baru saja dikunjungi Wapres telah berhasil mengembangkan digitalisasi pertanian. Pesantren Al Ittifaq ini mengembangkan produk-produk pertanian sehingga bisa diterima di pasar modern bahkan juga supermarket.
“Kemarin saya hadir di salah satu pesantren di Bandung, namanya Al Ittifaq, saya meluncurkan digitalisasi pertanian. Jadi, pesantren ini menjadi pusat pengembangan pertanian dan semua produknya itu diterima di pasar modern, di pasar supermarket,”ujarnya.
“Tapi karena dia belum bisa sendiri, dia menggandeng 30 pesantren dengan standar-standar yang sesuai dengan pasar. Produknya itu langsung diterima di pasar dan tidak diolah lagi, sudah jadi, di pesantren itu sudah jadi, sudah ada labelnya, jadi datang ke pasar swalayan itu tinggal ditaruh saja. Jadi, dia dari mulai penanaman sampai pengolahan, sampai diberi label, sampai semuanya jadi luar biasa,” cerita Wapres.
Kemudian hari ini, Wapres meresmikan Bank Wakaf Mikro Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan pertama di DKI Jakarta yang akan membantu pengusaha kecil agar terus mengembangkan usahanya.
“Cita-cita besar dari pembentukan BWM Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan ini dan juga BWM-BWM lainnya dapat tercatat ada dua hal saya ingin tekankan,”ucapnya.
Pertama kata dia, BWM harus dikelola dengan baik dan profesional, dipertahankan kelangsungannya, dan dikembangkan kapasitasnya. Amanah yang diberikan harus dijaga. Modal awal harus dapat dikembangkan bukan justru dihabiskan.
“Jadi, jangan dikasih modal, habis. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan nama baik pesantren, termasuk kredibilitas pemda setempat,” kata Wapres.
Kedua, kata Wapres, ekosistem digitalisasi BWM agar terus dikembangkan. “Saya mendapat laporan sejumlah upaya sudah dilakukan, ada aplikasi BWM mobile, pengawasan dan perizinan secara online, akses informasi melalui BWM Info, serta akses pasar online melalui aplikasi BWM dan UMKM, dan juga aplikasi e-commerce lainnya,”bebernya.
Berbagai inovasi ini, kata Wapres, harus terus harus didorong untuk menambah kemanfaatan bagi BWM dan para nasabahnya.
“Dalam tatanan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, pesantren dan BWM saya minta saling mengisi memberi pendampingan untuk mendorong perekonomian masyarakat. Dan BWM diharapkan menjadi obor penerang memberdayakan masyarakat di dalam dan di sekitar pesantren itu sendiri,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )