JAKARTA - Penyebab keragaman agama di Indonesia dipengaruhi oleh enam faktor. Apa saja faktor-faktor itu? Yuk simak tulisan berikut ini.
Indonesia terdiri dari berbagai macam agama, suku, ras, budaya dan juga bahasa. Dari situ muncullah slogan Bhineka Tunggal Ika untuk lebih mempererat kesatuan dan persatuan bangsa.
Membahas soal keragaman agama di Indonesia, dalam Pancasila dibahas pada sila pertama. Sila tersebut berbunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Dari sila pertama dapat disimpulkan bahwa bangsa Indonesia mengutamakan nilai Ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari.
Agama yang diakui di Indonesia sesuai dengan TAP MPR No 1 Tahun 1965 serta UU No 5 Tahun 1969 ada enam antara lain: Islam, Katolik, Kristen Protestan, Budha, HIndu dan Konghucu. Hingga saat ini toleransi dalam kehidupan beragama di Indonesia tetap terjaga. Meskipun konflik-konflik yang bersinggungan dengan agama masih kerap terjadi.
Adapun faktor-faktor penyebab Keberagaman Agama di Indonesia dipengaruh oleh:
Letak Geografis Indonesia di Jalur Perdagangan
Secara geografis, Indonesia berada di antara dua samudera yakni Samudera Hindia dan samudera Pasifik. Selain itu adan dua benua. Yang mengapit Indonesia yaitu Benua Asia dan Benua Australia.
Keuntungannya berada di jalur perdagangan adalah para pendatang seperti dari Cina, Arab dan India adalah saat mereka singgah di Indonesia, mereka mengajarkan nilai-nilai keagamaan yang dianut.
Misalnya pedagang dari Arab Saudi akan memberikan perkenalan mengenai apa itu agama Islam. Sama halnya dengan negara lain seperti Cina maka pedagang yang berada di Indonesia turut menyebarkan ajaran Budha atau Konghucunya.
Indonesia Kaya Akan Berbagai Rempah-rempah
Satu hal yang patut disyukuri sebagai bangsa Indonesia yakni kita tinggal di negara yang kaya akan rempah-rempah. Melalui itu, Penjajah Eropa tertarik ke Indonesia. Mereka juga menyebarkan ajaran agama Kristen yakni Gold, Glory dan Gospel.