Bahas Kedaireka, Atdikbud Canberra Jembatani Pertemuan Peneliti Indonesia dan Australia

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 09 November 2021 18:59 WIB
Atdikbud KBRI Canberra Mukhamad Najib saat acara Strategic Talk "Innovation and Collaboration Through Kedaireka". (Ist)
Share :

JAKARTA - Resmi diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) pada Desember 2020 , Kedaireka merupakan platform digital yang bertujuan mendekatkan hasil inovasi di perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Ini merupakan salah satu strategi Kemendikbudristek menjawab tantangan banyaknya produk kampus yang tidak bisa terhilirisasi secara optimal.

Hal ini terungkap dalam Strategic Talk “Innovation and Collaboration through Kedaireka” yang diselenggarakan Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Canberra bekerja sama dengan Indonesian Academics and Researchers Network Australia (IARNA) secara daring, Jumat (5/11/2021).

Acara diikuti dosen dan peneliti dari Indonesia dan Australia dan bertujuan sebagai jembatan komunikasi sekaligus saling berbagi pengalaman antara peneliti di Indonesia dan Australia mengenai hilirisasi hasil-hasil penelitian.

Koordinator Kedaireka, Achmad Adhitya, dan Direktur Surfactant and Bioenergy Research Center Institut Pertanian Bogor, Meika Syahbana Rusli, dan Dosen Universitas Negeri Solo sekaligus Penerima Hibah Kedaireka, Farida Nurhasanah, hadir sebagai narasumber dari Indonesia. Sementara dari Australia, hadir Ines Irene Atmosukarto selaku Chief Scientific Officer and Managing Director of Lipotek Pty Ltd. dan Eryadi K. Masli selaku dosen senior Swinburne Business School. Strategic Talk dimoderatori Asisten Profesor di University of Canberra, Sitti Patahudin.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Canberra, Mukhamad Najib, menyampaikan selama ini ada kesenjangan lebar antara penelitian di kampus atau lembaga penelitian dengan kebutuhan industri. “Industri sering kesulitan mengadopsi temuan penelitian di kampus, salah satunya karena penelitian di kampus dianggap belum memenuhi kebutuhan dunia industri,” kata Najib, dalam keterangan tertulis.

Atdikbud Najib, saat ini pemerintah melalui Kemendikbudristek mengembangkan Kedaireka sebagai platform yang dapat mempertemukan peneliti di kampus dengan industri.

Baca Juga : Mendikbudristek Dorong Pembukaan Sekolah di Sumut Diperluas hingga 80 Persen

“Saya harap, Kedaireka bisa menjadi penghubung antara kebutuhan industri dengan hasil penelitian di kampus, sehingga hilirisasi bisa terjadi dengan baik. Sayang sekali kalau hasil penelitian di kampus hanya bertumpuk di perpustakaan, padahal sangat potensial untuk memberi kebermanfaatan. Semoga Kedaireka bisa membantu proses hilirisasi hasil-hasil penelitian di kampus,” ucap Najib.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya