SURABAYA - Kisah yang cukup menyentuh datang dari salah satu wisudawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam Wisuda ke-124. Salah satu wisudawan bernama Nadhifa Laudza Shabrina seperti merajut plot twist dalam kehidupannya. Ia meneruskan jejak almarhum ayahnya saat ia masih anak-anak. Kisah ini memberikan hikmah jika kita tidak boleh menyerah terhadap kehidupan.
Shabrina, panggilan akrabnya sempat membagikan momen bahagianya usai diwisuda di media sosial saat berziarah ke makam ayahnya, beberapa waktu lalu. Unggahan itu pun cukup menarik banyak perhatian publik. “Foto ini hanya untuk mengenang kembali kisah saya dan papa,” katanya, Kamis (14/10/2021).
Baca juga: Jadi Wisudawati Terbaik ITS, Ini Tips Jennifer Patricia untuk Raih IPK Tinggi)
Alumnus Departemen Teknik Geofisika ITS ini menambahkan, ia mengaku bersyukur sebab banyak dari netizen yang turut mendoakan almarhum sang ayah yang meninggal dunia pada 29 Desember 2013, setelah melihat unggahannya di media sosial tersebut. “Senang bisa meninggalkan jejak yang baik di ITS (seperti almarhum ayah) dan menyentuh hati teman-teman,” jelasnya.
Gadis asal Surabaya ini menceritakan, ketika dirinya berfoto pada Oktober 2009 lalu dengan memegang ijazah milik sang ayah, Eko Julianto Prihantoro ST MT, kedua orang tuanya saat itu meyakini jika suatu saat nanti ia juga akan memegang ijazah miliknya sendiri. “Seperti ada malaikat lewat, pernyataan tersebut sungguh terwujud bahkan di kampus yang sama dengan ayah,” jelasnya.
(Baca juga: Selamat! Diva Kurnianingtyas Jadi Doktor Termuda di Wisuda ITS)
Pilihannya berkuliah di ITS bukan semata-mata karena ingin mengikuti jejak sang ayah yang merupakan lulusan program Magister (S-2) di Magister Manajemen Teknologi (MMT) ITS. “Memang sejak awal sudah tertarik dengan departemen pilihan saya dan saya rasa ITS memang tempat yang tepat,” ungkapnya.