Terlahir berotak jenius, Adhara Pérez Sánchez memiliki cita-cita sebagai seorang astronaut. Ia pun memiliki visi untuk dapat menjelajahi Mars suatu saat nanti.
Beberapa waktu yang lalu, ia mewakili universitasnya untuk membawakan topik tentang lubang hitam atau blackhole. Ia berharap bisa kuliah di Universitas Arizona agar mendapatkan pengakuan oleh NASA untuk program eksplorasi luar angkasanya.
Namun hidup tidak mudah baginya. Adhara Pérez Sánchez didiagnosa mengidap sindrom Asperger yang dalam spektrum autisme dan dapat membuat interaksi sosial lebih sulit pada usia tiga tahun dan hasilnya dia harus berjuang keras di sekolah. Dia mendapat perundungan oleh teman-temannya yang kadang memanggilnya dengan sebutan “weirdo” dan “oddball”.
(Rahman Asmardika)