Mahasiswi Ini Sabet Predikat Honorary Mention Asia Young Designer

Antara, Jurnalis
Kamis 15 Juli 2021 10:30 WIB
Foto: Dok Antara
Share :

Tanpa disadari, hal umum dalam kehidupan sehari-hari ini ternyata memiliki dampak yang besar, terutama bagi kaum tunanetra. Dalam proses spasial normal, manusia akan lebih peka terhadap informasi visual yang dapat menyebabkan okularsentrisme arsitektur.

"Dengan adanya galeri seni ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada penyandang tunanetra, untuk menegaskan kesetaraan bagi semua orang dan memberikan kesempatan kepada tunanetra untuk menunjukkan kemampuan yang mereka miliki" ujar Marietta.

Ia menjelaskan bahwa konsep "Unsighted" merupakan keseluruhan pengalaman multisensorik, dengan menstimulasi penggunaan indera-indera lain sebagai pengganti penglihatan yang hilang.

Dengan memberikan komposisi tekstur, bunyi-bunyian, bau, dan suara-suara sebagai elemen pengarah, Marietta berharap bisa membantu pengunjung tunanetra untuk mendapatkan pengalaman penuh dari sebuah galeri seni.

"Karya yang kami terima tahun ini jelas menunjukkan bahwa peserta lebih dari sekadar desainer dan mereka memahami sifat manusia serta konstruksi masyarakat modern," kata Jabeen Zacharias, juri Kategori Desain Interior dan Chief Architect.

"Kudos to Nippon Paint dan Asia Young Designer Awards karena telah menciptakan platform yang luar biasa bagi para kreatif muda,” ujar Jabeen Zacharias, salah satu juri untuk Kategori Desain Interior dan Chief Architect di Jabeen Zacharias Architects.

Presentasi Unsighted– Intertwining Multisensory Experience with Architecture dari Marietta Stefani dapat disaksikan melalui chanel YouTube Asia Young Designer Awards - AYDA International.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Edukasi lainnya