Jokowi juga menyebut bahwa bahan ajar bagi mahasiswa itu bukan hanya di buku tapi juga praktik di lapangan. Lalu dia juga menilai karya mahasiswa itu bukan hanya karya akademik saja.
“Tetapi juga karya- karya berupa teknologi yang solutif bagi masyarakat, karya kewirausahaan sosial yang memecahkan masalah-masalah sosial,” ujarnya.
Dia menyebut untuk memiliki pola pikir itu pelaksanaannya memerlukan dukungan dari semuanya pihal. Misalnya, saja kampus harus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar kepada siapa saja, tentang apa saja.
“Harus cukup banyak porsi SKS untuk belajar di luar kampus,” ungkapnya.
Lalu, Jokowi juga menilai kalangan industri harus membuka diri untuk menerima mahasiswa magang. Selain itu, juga industri itu harus masuk kampus untuk ikut mengajar dan riset bersama dengan dosen maupun dengan mahasiswa.