BOYOLALI - SMA Pradita Dirgantara menyelenggarakan sosialisasi kuliah di Prancis dengan narasumber Dr. Philippe Grange (Atase kerja sama bahasa Prancis). Sosialisasi melalui Zoom Meeting ini dihadiri siswa kelas X, XI dan XII serta orangtua siswa. Dr. Sutanto S.Si,DEA., Manajer Penjaminan Mutu SMA Pradita Dirgantara memberikan pengantar dalam sosialisasi ini.
“Kami berupaya menyiapkan putra putri bapak ibu yang nanti mungkin akan berkenan melanjutkan studi ke Prancis. Hal yang perlu dipersiapan yang pertama adalah mahir berbahasa perancis, karena menjadi syarat utama untuk masuk universitas-universitas di Perancis, lantas yang kedua adalah menyetarakan pelajaran-pelajaran mathematic dan sains,” Kata Sutanto dalam rilisnya, Rabu (27/1/2021).
Sutanto menjelaskan, program ini akan dimulai untuk siswa yang saat ini berada di kelas X yang nanti akan naik di kelas XI dan untuk siswa kelas XI yang akan naik ke kelas XII. Pada sosialisasi tersebut hadir pula 9 siswa kelas XII yang saat ini mengikuti kurus bahasa Prancis bersama guru bahasa Prancis dan nanti akan ditindaklanjuti untuk bisa melanjutkan studi ke Prancis.
Dr. Philippe Grange mengawali sosialisasinya dengan pertanyaan tentang alasan kuliah di Prancis serta keunggulannya.
“Prancis terkenal unggul dalam bidang sains, teknologi, manajemen, dan desain. Dikenal juga sebagai tempat di mana pesawat Airbus dibuat. Prancis juga terkenal dengan sains, misalnya ada sekitar 69 orang Prancis yang telah menerima Penghargaan Nobel,” kata Philippe.
Selain dalam pendidikan tinggi dan research, Prancis juga unggul dalam bidang keuangan. Bagi mahasiswa yang berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri di Perancis, akan disubsidi oleh pemerintah sebesar 70%.
“Saat ini sedang diluncurkan kerjasama antara SMA Pradita Dirgantara, dalam hal ini Yasarini bekerjasama dengan IFI untuk mendirikan dua program, yaitu program persiapan studi di Prancis “Destination France” bagi siswa kelas XII dan program persiapan studi di Prancis “Jalur Unggulan Dwibahasa” bagi siswa kelas X.
Philippe dalam sosialisasi tersebut selain menjelaskan tentang program Kerjasama, juga menjelaskan gambaran tentang persiapan kuliah di Prancis, biaya hidup dan hal-hal lain yang perlu dipersiapkan untuk bisa kuliah di Prancis.
SMA Pradita Dirgantara dengan jargon “Terbang Mendunia” berusaha agar jargon tersebut bukan sekedar penyemangat. Jargon tersebut merupakan harapan, impian dan cita-cita SMA Pradita Dirgantara yang akan selalu diperjuangkan.
Agar SMA Pradita Dirgantara mampu bersaing di tingkat internasional, tidak hanya melalui pembentukan karakter siswa yang memiliki global competences, namun juga melalui kerjasama-kerjasama dengan negara-negara lain.
Pada 20 Oktober 2020 lalu, SMA Pradita Dirgantara menandatangani Nota Kesepamahaman (MOU/ Memorandum of Understanding) dengan IFI (Institute Francais d’Indonesie). Kerjasama tersebut terkait pendirian, pengelolaan dan pengembangan layanan pendidikan dan kebudayaan bagi peserta didik.
(Fetra Hariandja)