3. Produksi massal ditagerkan pada Januari.
“Produksi massal dijadwalkan akan dimulai bulan Januari 2021. Diharapkan minggu ke-3 Januari 2021 barang sudah siap,” kata Panut Mulyono.
Panut menjelaskan GeNose saat ini sudah diproduksi skala terbatas di PT Swayasa Prakarsa dan sudah ada 100 unit yang siap digunakan.
4. Tahap awal akan diproduksi untuk internal UGM
Tahap awal, akan digunakan untuk internal UGM, terutama guna mendukung perkuliaha luring semeseter genap 2021 serta.
“100 unit akan digunakan di internal UGM untuk mendukung persiapan kuliah luring semester depan, fasilitas kesehatan UGM, dan para mitra UGM yang sudah mendukung pengembangan GeNose,” paparnya.
Sedangkan untuk pendistribusian setelah diproduksi massal, UGM sudah menyiapkan tim marketing dan distribusi. UGM saat ini juga sudah menerima pesanan dari berbagai pihak.
5. Harga GeNose
Mengenai harga GeNose lebih murah dibandingkan dengan alat dereksi cepat lain, yaitu Rp15.000-Rp25.000.
Menurut Panut karena alat tes GeNose tidak memerlukan reagen dan bahan kimia lainnya. Cukup menggunakan kantong penampung nafas yang dilengkapi dengan hepa filter sekali pakai.
Untuk satu alat GeNose dapat digunakan 100.000 kali tes sampel nafas.
6. Kecepatan hasil test
“Hasil tes juga sangat cepat yakni sekitar 2 menit serta pengambilan sampel tes berupa embusan nafas juga dirasakan lebih nyaman dibanding usap atau swab,” ungkapnya. (Vitri)
(Rani Hardjanti)