Ranjau apung sendiri biasa terdapat pada perairan air dangkal dengan kedalaman 3 meter. Pendeteksian ranjau apung oleh robot bawah air Wikraluga ini dilakukan oleh sensor sonar yang akan menangkap sinyal keberadaan benda asing.
Maliki menambahkan, robot Wikraluga akan mengidentifikasi lebih lanjut dengan kamera beresolusi 12 mp yang dibantu penerangan oleh senter selam.
Baca Juga: Cara Supaya Jurnal Ilmiah Bisa Langsung Lolos
Apabila objek benar berupa ranjau, maka inductive proximity sensor akan bekerja untuk mendeteksi keberadaan detonator atau komponen yang dapat menyebabkan ledakan.
“Detonator akan dicabut dengan gripper, kemudian rantai ranjau apung dipotong dan ranjau digiring oleh robot ke tepi pantai,” jelasnya.
Menurut Maliki, tepi pantai merupakan lokasi yang tepat untuk meledakkan ranjau. Alasan tersebut didasari karena pasir pantai dapat meredam ledakan dari ranjau. “Tidak di sembarang tepian, lokasi peledakan sendiri akan memilih di mana tidak ramai keberadaan orang,” ujarnya. (Aan Haryono)
(Rani Hardjanti)