Hal ini membuat peserta dapat mempertimbangkan hasil nilai yang didapat, untuk mendaftar di PTN yang dirasa memiliki peluang tertinggi untuk diterima.
"Maka orang akan jadi rasional, misal kalau nilainya sebesar ini maka enggak bisa masuk PTN A, sehingga tidak mendaftar ke sana, kemudian berpikir untuk mendaftar di PTN yang mana paling tepat," jelas dia dalam konferensi pers di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa (9/7/2019).
Baca Juga: Pengumuman SBMPTN 2019, yang Lolos Hanya 23% Siswa
Dia menyatakan, kondisi ini yang membuat peserta SBMPTN pada tahun ini memilih untuk mendaftar di PTN yang semakin beragam, membuat pergeseran dari tahun sebelumnya.
"Sehingga seperti terlihat jumlah pendaftarnya turun (di PTN favorit tersebut), ini karena orang mulai berpikir rasional. Tapi kan di sisi lain, tetap (PTN favorit) itu masuk dalam daftar PTN dengan nilai tertinggi, sehingga pendaftar dengan nilai tinggi itu ada di UI, UGM, ITB dan sebagainya," katanya.
(Rani Hardjanti)