Algoritma yang telah dibuat peserta nantinya akan menjadi bagian dari aplikasi yang telah dibuat oleh para juri, sehingga juri tidak akan mengecek jawaban peserta secara manual, tetapi cukup dengan sistem informasi yang telah disiapkan oleh dewan juri yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, yakni, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Persiapan juri sendiri sudah berlangsung selama enam bulan terakhir, bekerja sama dengan alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) dalam mempersiapkan soal yang setiap tahunnya dikemas menarik dan berbeda.
"Lomba itu bukan hanya mengalahkan orang lain, tetapi juga mengalahkan diri sendiri," pungkasnya
Selain di Manado, OSN jenjang pendidikan SMP dan SD juga berlangsung di Yogyakarta. Untuk tingkat SMP pelaksanaan OSN dilaksanakan di Hotel Alana Yogyakarta dengan jumlah peserta sebanyak 476 orang, terdiri dari 408 siswa dan 68 orang pendamping. Lokasi pelaksanaan tes untuk mata pelajaran IPA dan IPS bertempat di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan untuk mata pelajaran Matematika dilaksanakan di SMP 8 Yogyakarta.
Sedangkan untuk jenjang pendidikan SD, dari 272 peserta yang hadir, terdapat 42 peserta atau 15,5 persen berasal dari daerah 3T (terluar, tertinggal, terbelakang). Salah satunya Arthur Tawoka Teurupun, siswa SD Negeri 1 Fakfak, Papua Barat. Walaupun berasal dari daerah yang memiliki keterbatasan akses, ia bisa kembali mengikuti OSN tahun 2019.
Berdasarkan wilayah, OSN tingkat SD tahun 2019 diikuti oleh 171 kabupaten dan kota dengan 33 kabupaten berasal dari daerah 3T atau 19,3% dari keseluruhan kabupaten kota yang mengikuti OSN tahun 2019.
(Risna Nur Rahayu)