Menurutnya, penerapan sistem ini juga memberikan asas kesetaraan bagi peserta tunanetra. Selain itu, sebagian besar siswa tunanetra juga telah akses teknologi asistif.
"Aplikasi ini juga sudah dicobakan pada 23 penyandang tunanetra. Hasilnya baik, namun masih ada kesulitan pada pengerjaan soal matematika," jelas dia.
Secara rinci Nasir menjelaskan, karakter UTBK untuk peserta tunanetra yakni semua materi dinarasikan dalam bentuk audio berupa bahasa. Item soal juga telah diakomodasi berdasarkan kemampuan dan keterbatasan tunanetra.
Kemudian, materi tes setara dengan peserta yang dapat melihat, waktu pengerjaan soal yang disediakan pun sama dengan peserta lain. Namun jumlah soalnya dikurangi.