"Tahun 2018 ada 30.576 pendaftar SMM PTN dan yang diterima 12.765 orang, jumlah kuota dari masing-masing perguruan tinggi adalah 30%," jelas Samsul.
Tafdil Husni, selaku Sekretaris sekaligus Bendahara pada Panitia SMM PTN-Barat 2019 menambahkan, bahwa sistem seleksi bersama ini sangat menguntungkan calon mahasiswa, baik dari segi materi maupun dari segi waktu. Sebelum ada sistem seleksi ini, Seleksi Mandiri PTN- Barat bersifat lokal, masing-masing PTN mengadakan seleksi mandiri sendiri.
Hal ini tidak efisien dan tidak menguntungkan calon mahasiswa karena tidak dapat memilih perguruan tinggi lain. Melalui ujian SMM PTN-Barat 2019 ini, para peserta calon mahasiswa dapat memilih program studi perguruan tinggi yang diminatinya berada di luar daerah domisilinya, di samping dia juga memilih perguruan tinggi yang berada di daerahnya.
SMM PTN-Barat 2019 merupakan seleksi calon mahasiswa baru jalur mandiri yang penyelenggaraannya dilakukan secara bersama antar Perguruan Tinggi Negeri yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS PTN-Barat).
Penyelenggaraan seleksinya dilakukan berdasarkan hasil ujian tertulis atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa, yang dilakukan secara bersama di bawah koordinasi panitia SMM PTN-Barat.
(Rani Hardjanti)