Peneliti Panas Bumi UGM Diundang Komisi PBB untuk Asia Pasifik

Rany Fauziah, Jurnalis
Kamis 22 November 2018 18:11 WIB
Peneliti UGM (Foto: Website UGM)
Share :

Menurut Pri Utami, pasokannya yang stabil dapat diandalkan sebagai penanggung beban dasar kebutuhan listrik. Di samping itu, panas bumi dapat dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan langsung selain pembangkitan listrik. Dalam kesempatan itu, ujar Utami, dirinya juga memberikan contoh-contoh kebijakan yang dilakukan pemerintah RI pengembangan panas bumi. “RI menjadi produsen energi panas bumi terbesar ke dua di dunia setelah Amerika Serikat, dengan menghasilkan listrik sebesar 1,925 MWe dari 29,000 MW total potensi panas buminya,” katanya.

Baca Juga: Canda Jokowi Usai Nonton Elek Yo Band di Reuni Alumni UGM: Saya Sampai Mules

Berdasarkan pengalamannya sebagai seorang ahli geologi, ia memaparkan bahwa kemajuan pengetahuan geologi merupakan kunci sukses untuk menurunkan risiko pengembangan sumber daya panas bumi. Ia juga menunjukkan upaya UGM merangkul masyarakat. Antara lain dengan menyosialisasikan panas bumi kepada berbagai khalayak, mendampingi masyarakat untuk menciptakan peluang aktivitas ekonomi berbasis panas bumi, merancang muatan lokal dan sarana pendidikan kepanas bumian bagi anak-anak negeri kaya sumber energi terbarukan ini.

Dikatakan Pri Utami, berdasarkan perhitungan oleh International Geothermal Association, di masa depan harga listrik panas bumi akan menjadi jauh lebih rendah. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia menggenjot pemakaian energi bersih dan terbarukan termasuk panas bumi, dan secara bertahap melepaskan ketergantungan berat terhadap energi-energi fosil.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya