David mengajak mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia untuk mulai menggunakan akun media sosialnya untuk berjualan atau menghasilkan uang.
“Untuk berjualan karya teman-teman, misalkan bermusik. Salah satu contohnya seperti Young Lex. Gunakan gadget kalian untuk membuat video yang inspiratif dan upload ke situs-situs video,”jelasnya
David juga memberikan sedikit informasi untuk membuat video yaitu tentukan ide dan temanya, shooting dan edit video supaya menarik untuk ditonton masyarakat.
“Lakukan itu semua sendiri dahulu, tentuin tema sendiri, shooting sendiri, ngedit video sendiri , ada banyak aplikasi edit video di gadget. Kalau sudah ada uang baru minta bantuan orang,”ujarnya.
Kemudian David menjelaskan teknik-teknik dasar membuat video ini ada enam hal utama yang harus diperhatikan.
“Prinsip 5w+1h. Informasi itu harus ada dalam satu video. Editing video sekarang juga sudah ada untuk gadget zaman now. Tentukan judul yang terbaik, jangan sampe judulnya tidak menarik nantinya tidak di klik. Untuk komposisi gambar tunjukkan kalau kita lagi berada di suatu tempat ada long shoot, medium long shoot, extreme long shoot dan lainnya. Angle atau sudut pandang juga penting. Selanjutnya edit video harus sesuai dengan susunan urutan kejadian, desain yang bagus dan enak untuk di tonton,” imbuhnya.
David berpesan untuk selalu bersikap positif terhadap gadget. Dia beranggapan bahwa gadget merupakan sarana penambahan nilai positif manusia, kita sekarang ini dituntut untuk bijak dan cerdas dalam memanfaatkan gadget dalam kehidupan manusia.
“Teruslah berpikir positif apabila memanfaatkan sosial media. Semoga teman-teman dapat menggunakan gadget dengan baik,”tutupnya
(Feb)
(Rani Hardjanti)