Rawan Kecurangan, 5.084 Pengawas Pantau Seleksi SBMPTN 2018 di Makassar

Prayudha, Jurnalis
Senin 07 Mei 2018 13:24 WIB
SBMPTN (Foto: Okezone)
Share :

Sementara itu, Wakil Ketua Panlok 82 Ishak Rahman mengatakan, khusus untuk kasus penjokian, hal yang diterapkan di UNM tidak jauh berbeda dengan apa yang diterapkan di Unhas. "Untuk meminimalisir, sudah sejak jauh-jauh hari kami lakukan sosialisasi kepada pengawas ruangan. Ada dua aspek yang ditekankan dalam hal ini, jika kedapatan penjokian, akan dilakukan tindak pidana umum, juga tindak pidana korupsi," ujar Ishak.

Baca Juga: Pendaftaran SBMPTN 2018 Telah Ditutup, Total Peserta 860 Ribu Orang

Untuk menertibkan pelaksanaan ujian di dalam kampus, mobilisasi mahasiswa dalam kampus dikurangi atau ditiadakan selama pelaksanaan ujian berlangsung, baik UNM dan Unhas akan menghentikan segala aktivitas mahasiswa sejak Senin 7 Mei hari ini, hingga Selasa, 8 Mei 2018.

Peserta Difabel yang mengikuti Seleksi SBMPTN diberikan pengawasan khusus

Dari jumlah 51.800 peserta ujian SBMPTN besok, tercatat ada delapan calon mahasiswa yang berkebutuhan khusus ikut.

Meski jenis ujian dan soal yang sama, namun calon mahasiswa berkebutuhan khusus akan mendapatkan pendampingan tersendiri.

"Untuk pengawasan dilakukan terpisah. Dan khusus untuk pengawas semua berasal dari UNM karena memang memiliki jurusan pendidikan luar biasa yang biasa bersentuhan dengan mahasiswa berkebutuhan khusus," kata Wakil Ketua Panlok 82 Ishak Rahman.

Perlu diketahui, peserta SBMPTN diwajibkan untuk memeriksa lokasi ujian sore ini. Peserta juga wajib untuk menggunakan pakaian bebas rapi.

 

Adapun rincian dalam seleksi kali ini yakni :

Jumlah Pendaftar 51.800

Unhas: 28.460

-Sosial dan Hukum: 7.250

-Saintek: 13.840

-Campuran: 7.100

UNM: 19.790

-Sosial dan Hukum: 7.214

-Saintek: 4.528

-Campuran: 8.048

Unsulbar: 2.450

-Sosial dan Hukum: 552

-Saintek: 664

-Campuran: 1.234

(kmj)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya