Mahasiswa IPB Jadi Founder Program Pertukaran Pelajar Internasional

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Minggu 22 April 2018 11:14 WIB
Foto: Dok IPB
Share :

JAKARTA - Sebagai mahasiswa, pergi belajar ke luar negeri menjadi dambaan. Namun jika kesempatan untuk kuliah di luar negeri belum kita dapat, salah satu cara mencicipi belajar di luar negeri adalah dengan mengikuti program pertukaran pelajar.

Biasanya program pertukaran pelajar bisa kita ikuti di universitas. Nah tahukah kamu kalau ada salah satu program pertukaran pelajar yang dibentuk oleh mahasiswa?

Untuk informasi, program pertukaran pelajar International Youth Summit bernama Xchange Hamada didirikan pada tahun 2017. Belum genap satu tahun berdiri total pengikut Xchange Hamada di OA Line sudah mencapai 21.800 orang. Follower ini berasal dari Indonesia, Jermah, Prancis, China, Thailand, Mesir, Pakistan, Malaysia, Singapura, Austria, dan lain-lain.

Dilansir dari laman IPB, Minggu (22/4/2018), mahasiswa Sekolah Vokasi Program Keahlian Komunikasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Safhira Alfarisi merupakan founder program Xchange Hamada.

Gadis asal Jakarta ini telah berhasil memberangkatkan 50 orang ke Malaysia dan Singapura selama lima hari pada program pertama Agustus tahun lalu. Kini Shafira sedang mempersiapkan program keduanya pada bulan Juni 2018 ke Sydney, Australia kerja sama dengan Tasya Kamila, skinnyfabs dan University of Sydney.

“Awal mula saya membentuk Xchange Hamada adalah ketika Ketua Yayasan Hamada yang bernama Joddy Ridho menghubungi saya dan menawarkan saya untuk menjadi Ketua Pelaksana Program Internasional, karena dia tahu pengalaman organisasi dan track record prestasi saya,” tutur dia.

Di Xchange Hamada, Safhira membuat konsep dengan sistem memberikan biaya full 100% gratis dari mulai passpor, akomodasi, transportasi, flight ticket dan biaya lainnya. Berkat usaha seluruh team, akhirnya mereka dapat memberangkatkan 50 orang peserta dan 13 orang panitia dengan total 63 orang yang berangkat ke Malaysia dan Singapura selama lima hari.

“Kami semua dapat berangkat dari hasil uang pendaftaran sebesar Rp100 ribu dan dari bantuan sponsor yang bekerjasama dengan Xchange Hamada ini,” ungkap Safhira.

Safhira merupakan sosok pribadi yang gigih dan berpresetasi. Prestasi sudah ia torehkan sedari Sekolah Dasar sampai kuliah diantaranya menjadi Ketua Generasi OSIS Sekolah Bekasi, lomba cerdas cermat tingkat provinsi, Best Delegate Indonesia Youth Action di tingkat nasional 2017, Juara 1 Debat Politik, Juara 1 Debat Ekonomi Tingkat Nasional, Juara 2 English Speech Competition 2018, Education Power di Oxford University London, serta mendapat tawaran beasiswa full scholarship di Jerman oleh Asosiasi Alumni Pelajar Eropa.

Selain di prestasi akademik, ia juga aktif dalam kegiatan di luar kampus selain Xchange Hamada. Gadis 19 tahun ini juga merupakan pendiri dari Yayasan Beasiswa 10.000 yang telah ia dirikan dengan delapan orang temannya pertengahan Maret lalu.

“Beasiswa ini bertujuan untuk membantu menyalurkan bantuan beasiswa untuk anak muda yang ingin berkuliah. Program Beasiswa 10.000 sedang mengadakan soft launching dengan membuat Lomba Esai Nasional, kemudian akan siap launching bulan Mei 2018 bersama seluruh volunteer beasiswa 10.000 se-Indonesia,” ungkapnya.

Terakhir ia menuturkan harapannya agar Xchange Hamada dan Beasiswa 10.000 bisa berkembang dan menjadi lebih maju serta bermanfaat untuk orang banyak.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya