"Meskipun raga kami para pelajar Indonesia jauh dari Tanah Air, hati kami tetap satu Indonesia, satu Pancasila," ujarnya seperti dilansir dari Antara, Selasa (10/4/2018).
Penampilan para pelajar dari Indonesia yang memiliki latar belakang berbeda, baik suku, ras, maupun agama itu mendapat perhatian dari rekan mereka di China dan beberapa pelajar mancanegara.
"Dengan digelarnya acara ini kami ingin menunjukkan solidaritas antarsesama perantauan Indonesia. Kemana pun raga kami berada, tetapi rasa persatuan dan kesatuan Indonesia tetap terkandung di badan hingga akhir hayat," kata Putri Aris Safitri, mahasiswa program magister di Shanghai Normal University.
(Susi Fatimah)