Berbeda dengan tahun 2016 yang menyediakan jatah SNMPTN sebanyak 40% , peraturan berubah karena mengikuti peraturan pemerintah tentang minimum SNMPTN yang menjadi 30% dari jumlah mahasiswa satu angkatan dalam satu jurusan.
Mengetahui informasi terkait SNMPTN ini amat penting agar siswa dan guru tidak terjebak menunggu berita penerimaan SNMPTN dan bisa belajar untuk SBMPTN.
SBMPTN sendiri merupakan tes yang susah dan punya persaingan ketat di mata siswa SMA. Indeks ketetatan dipengaruhi banyaknya peminat namun yang diterima sangatlah sedikit. Oleh karena itu, apabila seorang siswa tidak diterima SNMPTN maka solusi yang ditawarkan agar bisa merasakan bangku perkuliahan menurut Machmudah adalah memilih jurusan dengan indeks ketetatan yang tidak terlalu tinggi.
Jalur yang terakhir yakni tes mandiri. Setiap perguruan tinggi mempunyai hak untuk membuka jalur khusus, yakni jalur mandiri. Beberapa perguruan tinggi negeri memiliki sebutan yang berbeda seperti, SIMAK UI, UTUL UGM, UM UNDIP, SMITS, dan sebagainya.
Tujuan jalur mandiri ini adalah agar siswa yang tidak lulus di kedua jalur penerimaan sebelumnya masih memiliki harapan untuk merasakan bangku perkuliahan di perguruan tinggi negeri. Ada satu lagi jalur khusus dari Kementrian Agama (Kemenag) yakni PBSB. Jalur ini dikhususkan untuk siswa pondok pesantren yang terdaftar di Kemenag.
(Susi Fatimah)