Pelatihan yang dilakukan saat ini lebih dimaksudkan untuk terus melatih siswa mengerjakan materi ujian yang disimulasikan, meski tidak daring, sehingga diharapkan tidak kaget saat UNBK resmi digelar Mei mendatang.
Ia menjelaskan MTs Al-Maarif awalnya tidak terdaftar sebagai kegiatan UNBK. Namun karena mendapat rekomendasi dari Kementerian Agama pusat, MTs Al-Maarif harus mengikuti UNBK berbasis daring tersebut.
"MTs Al-Maarif tidak dalam posisi untuk menolak. Dan kami sudah mendapat sekolah penggabung di MAN 2 Tulungagung, namun saat jadwal simulasi dilaksanakan ternyata ruang laboratorium komputer MAN 2 tidak siap sehingga kegiatan simulasi bisa ditunda," katanya.
(Susi Fatimah)