Hilangkan Kebiasaan Malas Baca kalau Ingin Kuliah di Inggris!

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Selasa 14 Februari 2017 08:08 WIB
Foto: Ilustrasi (Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Mendapat beasiswa kuliah S-2 di Inggris tentu menjadi capaian yang membanggakan. Namun untuk lulus dengan nilai yang memuaskan di kampus-kampus kelas dunia tersebut, perlu kerja keras dari masing-masing mahasiswa.

Alumnus London School of Economics and Political Science (LSE) asal Indonesia, Gina Karina, menceritakan cara belajar di sana sangat berbeda dengan di Tanah Air. Bahkan, lantaran harus beradaptasi dan mengejar materi, dia hampir tak punya waktu untuk menikmati suasana Kota London.

"Awal-awal adaptasi sulit. Sistem belajar di sana itu harus banyak membaca. Diskusi di kelas juga sangat interaktif. Kalau enggak adaptasi dari pertama masuk, pasti bakal keteteran," ujarnya kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

Selama setahun menjalani studi master bidang lingkungan, Gina harus membaca buku-buku tebal. Hal itu tentu menjadi tantangan tersendiri karena di Indonesia banyak pelajar yang malas membaca.

"Apalagi di semester II bacaan banyak banget. Dan, mereka itu sangat pakai logika. Jadi enggak cuma baca, tapi kalau diajak diskusi juga harus siap," tutur Gina.

Penerima beasiswa Chevening tahun ajaran 2015-2016 itu menyatakan baru sempat jalan-jalan keliling London saat menunggu waktu wisuda. Tak mau membuang waktu dengan percuma, Gina juga mengikuti beberapa pelatihan gratis, seperti dari Google dan Twitter.

"Banyak kesempatan belajar di sana. Aku juga nonton teater dan konser. Selain itu di kampus seringa ada public lecture, jadi para alumnus yang sukses sampai kepala negara bisa mengisi kuliah, aku sempat ikut juga," tandasnya. (ira)

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya