JAKARTA - Mengajar di pelosok negeri menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Ika Nurstya N dan M Sholihudin. Bagaimana tidak, alumni Pengajar Muda X itu harus berjauhan dari keluarga dan teman-teman selama satu tahun untuk mengajar siswa-siswi di daerah yang kurang mendapat pendidikan.
Sebelum ditugaskan, keduanya menjalani pelatihan selama tujuh minggu terdiri dari cara mengajar siswa SD, cara mengolah emosi, hingga cara bertahan hidup di alam bebas.
"Selama tujuh minggu pelatihan dan satu tahun masa pengajaran, kami memperoleh banyak ilmu diantaranya kepemimpinan," ungkapnya di acara Indonesia Mengajar Goes To Communities (IMGTC), seperti dinukil dari laman ITS, Minggu (11/12/2016).
Keduanya menceritakan berbagai pengalaman berharga yang mereka lalui di tempat-tempat ujung Indonesia. Ihu -sapaan akrab M Shalihudin- sempat dihadapkan dengan keadaan siswa-siswa yang tidak terkondisikan.
Dihari pertama, Ihu dihadapkan dengan tangisan dari siswanya. Hari kedua ada kepala salah satu siswanya yang berdarah, dan dihari ketiga ia harus menghadapi kebiasaan adat di Pulau Rote yang mengharuskan membalas pelaku pada hari kedua. Ihu pun mencoba memberi pengertian agar masalah yang terjadi diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua keluarga pun bisa didamaikan