JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengumumkan gambaran hasil ujian nasional (UN) tingkat SMP dan sederajat 2016. Beberapa hal yang disoroti, yakni mengenai indeks integritas ujian nasional (IIUN) dan rerata capaian nilai UN siswa.
Berdasarkan data, tahun ini rerata UN cenderung terkoreksi turun antara 1,5 hingga empat poin. Pada SMP misalnya, rerata pada 2015, baik sekolah negeri maupun swasta adalah 62,18. Sedangkan tahun ini rerata turun menjadi 58,57. Menurut Mendikbud Anies Baswedan, penurunan poin tersebut terjadi lantaran adanya peningkatan kejujuran dalam pelaksanaaan ujian.
"Hal ini juga terjadi pada semua mata pelajaran. Yang paling sedikit mengalami koreksi, yaitu Bahasa Indonesia dan yang terkoreksi paling besar adalah matematika," ujarnya dalan konferensi pers hasil UN SMP, di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Jumat (10/9/2016).
Pada pelajaran matematika, terjadi penurunan rerata nilai 6,04 poin. Sebab, pada 2015 rerata nilai adalah 56,28, sementara tahun ini menjadi 50,24. Sedangkan untuk rerata mata pelajaran lainnya pada 2016, yakni bahasa Indonesia 70,75, bahasa Inggris 57,17, dan IPA 56,27.
Mantan Rektor Universitas Paramadina itu memaparkan, selain pengaruh IIUN meningkat, tahun ini desain ujian dimodifikasi agar dapat memotret lebih banyak kemampuan high order of thinking.
"Tujuannya untuk mendorong ketuntasan kurikulum. Jadi penurunan capaian ini juga dikarenakan kisi-kisi UN yang tidak lagi rinci, serta peningkatan soal menalar," tukasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)