"Meski begitu, 168 ribu siswa yang mencapai nilai di atas 85 ini harus diapresiasi. Karena masih jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah lulusan sekolah menengah di Singapura yang hanya 40 ribu sampai 45 ribu siswa per tahun," ujar Anies.
Anies mengingatkan, banyaknya siswa yang masih mendapat rerata nilai di bawah 55 jangan dijadikan sebagai sebuah ketakutan, misalnya dalam menghadapi MEA. Apalagi, saat ini indeks integritas ujian nasional (IIUN) mampu mengoreksi hasil UN yang sebenarnya.
"Hasil UN SMP 2016 akan menjadi landasan untuk pembinaan atau intervensi terhadap sekolah supaya bisa lebih baik," tandasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)