SURABAYA - Pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 tidak bebas dari perjokian. Diketahui, seorang calon mahasiswa ditangkap saat mengikuti mengikuti ujian di fakultas MIPA Universitas Hasanuddin (Unhas) karena memakai jasa joki.
Ini adalah kesekian kalinya terjadi perjokian SBMPTN di Panitia Lokal (Panlok) Unhas. Ketua SNMPTN-SBMPTN 2016 Rochmat Wahab menyebut, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kekompakan antara dua panitia lokal (panlok) di Makassar hingga perjokian timbul kembali.
Rochmat menerangkan, di Makassar ada dua panitia lokal. Sementara itu, kota besar lain seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya yang memiliki banyak kampus negeri hanya memiliki satu panitia lokal.
"Namun di Makassar, memang sulit menyatukan dua panlok sehingga kendali pengawasannya pun merepotkan," kata Rochmat usai mengunjungi lokasi ujian SBMPTN di kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (1/6/2016).
Berdasarkan data panitia, memang ada dua panlok di Makassar yaitu Unhas dan Universitas Negeri Makassar (UNM). Ada 26.033 peserta yang mendaftar di panlok Unhas dan 17.988 mendaftar di panlok UNM.
Calon mahasiswa tadi mengikuti ujian SBMPTN 2016, Selasa, 31 Mei di kampus FMIPA Unhas. Perempuan itu mengaku membayar uang muka Rp50 juta dan akan diberi kunci jawaban melalui SMS. Jika lulus SBMPTN 2016 maka harus menambah Rp200 juta kepada para pejoki itu.(afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)