SEMARANG - Sasa berlari sambil tersenyum ke arah orangtuanya, setelah selesai mengerjakan soal-soal SeleksI Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 di Kampus Undip Semarang. Meski mengaku sempat kesulitan, dia optimistis lolos seleksi.
"Tadi susah saat ujian pertama, TPA. Soal matematikanya sulit. Enggak tahu rumusnya, tapi ya dikerjain aja, optimistislah bisa lolos," ujar Sasa saat berbincang dengan Okezone, Selasa (31/5/2016).
Gadis manis berkerudung itu menyampaikan, ingin sekali menjadi guru seperti orangtuanya. Untuk itu, pada SBMPTN 2016 dia memilih jurusan yang sama yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
"Ingin meneruskan trah keluarga sebagai guru. Bapak dan ibu saya sebagai guru, makanya ingin seperti mereka. Pilihan pertama PGSD Unnes dan UNS. Untuk jaga-jaga saya juga mendaftar di jurusan yang sama di universitas swasta di Semarang," papar Sasa sambil memakan siomay.
Sementara sang ayah duduk di sampingnya dengan sabar menunggui Sasa. "Ya mendukunglah, biar ada penerus guru. Ini malah saya enggak ke sekolah untuk antar Sasa," katanya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)