JEMBER - Tiga peserta berkebutuhan khusus atau difabel mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 di Universitas Jember (Unej), Jawa Timur. Mereka bersaing bersama total 721.314 peserta SBMPTN 2016 se-Indonesia.
Salah seorang peserta difabel low vision SBMPTN Wahyu Nur Rohman mengaku sudah memiliki tekad bulat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, meskipun memiliki keterbatasan fisik.
"Saya memang kesulitan membaca soal ujian SBMPTN 2016 karena saya hanya bisa membaca dengan huruf yang agak timbul, sehingga meminta bantuan pengawas untuk membacakan soal-soal SBMPTN," tuturnya, seperti dilansir Antara, Selasa (31/5/2016).
Pemuda asal Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi itu menentukan pilihan pertama di Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang, Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Malang, dan pilihan ketiga Pendidikan Sejarah di Universitas Jember.
"Saya ingin menjadi guru, sehingga memilih program studi pendidikan di Universitas Negeri Malang dan Universitas Jember," tutur alumnus SMA Negeri 1 Glagah, Kabupaten Banyuwangi itu.
Dia mengaku juga tidak bisa mengarsir lembar jawaban komputer karena keterbatasan yang dimiliki, sehingga pihak pengawas yang membantu untuk mengarsirkan jawaban sesuai dengan jawaban yang dipilih.
"Saya sempat ikut program Bidik Misi SNMPTN 2016, namun belum lolos, sehingga saya ikut program Bidik Misi SBMPTN 2016. Mudah-mudahan saya bisa mengerjakan soal SBMPTN dan lolos seleksi dengan pilihan universitas yang sudah saya pilih," katanya.