JAKARTA - Mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan selang infus di tangannya tentu tidak pernah disangka-sangka oleh Ahmad Furqon. Peserta SBMPTN 2016 kelompok Saintek ini terpaksa mengikuti ujian di kelas khusus lantaran sedang terkena penyakit demam berdarah atau DBD.
Ahmad mengaku merasakan demam dan sakit kepala sejak Jumat malam. Kondisinya pun semakin parah sehingga harus dirawat di rumah sakit menjelang ujian SBMPTN 2016.
"Persiapan untuk ujian SBMPTN 2016 sebenarnya sudah matang, tetapi malah sakit jadi sekarang tinggal berdoa saja," tuturnya ditemui di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (31/5/2016).
Lulusan SMA IT Nurul Fikri Depok itu mengatakan, mengambil pendidikan dokter di Universitas Negeri Lampung (Unila) pada pilihan pertama. Sedangkan di pilihan kedua dan ketiga, Ahmad memilih teknik kimia Universitas Dipenogoro (Undip) dan teknik industri Universitas Sebelas Maret (UNS).
"Yang membuat termotivasi dengan sakit ini saya jadi tahu kalau kesehatan itu penting. Jadi saat sehat harusnya dimanfaatkan dengan baik," ucapnya.
Didampingi oleh kedua orangtuanya, Ahmad pun seperti mendapatkan suntikan semangat menjalani ujian SBMPTN 2016. Pasalnya, menurut cowok berusia 17 tahun itu, soal matematika ujian Saintek tadi cukup sulit.
"Matematika tidak dapat diprediksi, tetapi kata orangtua tidak usah dibawa beban," imbuhnya.
Sebelumya, Ahmad sendiri juga mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Sayangnya, dia belum berhasil lolos sehingga mencoba peruntungan sebagai peserta SBMPTN 2016.
(Rifa Nadia Nurfuadah)