JAYAPURA - Sebanyak 4.773 alumni SMA dan sederajat di Papua megikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Negeri Tinggi (SBMPTN) 2016 hari ini. Dari jumlah tersebut, 3.009 peserta menjalani ujian SBMPTN 2016 di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.
"Kami telah siap menggelar agenda nasional tersebut meskipun ada segelintir orang yang meminta perubahan jadwal SBMPTN 2016," ujar Rektor Uncen Dr Onesimus Sahuleka SH. M.Hum.
Onesimus menjelaskan, selain di Uncen, ratusan peserta SBMPTN 2016 akan menjalani ujian di berbagai daerah di Papua. Lokasi ujian tersebut di antaranya Timika, Wamena, Nabire, Biak dan Serui.
"Langkah ini diambil untuk memudahkan peserta SBMPTN 2016 yang domisilinya jauh," terangnya.
Selain itu, ujar Onesimus, kebijakan memperbanyak lokasi ujian tersebut juga menepis isu yang berkembang di masyarakat bahwa tidak ada kebijakan mempermudah penerimaan SBMPTN 2016 untuk orang asli Papua. "Tempat pendaftaran dan tes sudah kami siapkan di berbagai daerah, dan itu mempermudah. Namun kalau memperpanjang jadwal penerimaan SBMPTN 2016 itu tidak bisa dilakukan, karena program nasional," tegasnya.
Sebelumnya, sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa Peduli Pendidikan Papua (SMP3P), melakukan protes atas batas waktu penerimaan SBMPTN 2016 yang berakhir pada 20 Mei lalu. Mahasiswa meminta penerimaan SBMPTN 2016 diperpanjang. Pasalnya, menurut mereka, masih banyak calon peserta orang asli Papua utamanya di wilayah pegunungan Papua, belum terakomodasi.
(Rifa Nadia Nurfuadah)