DEMAK - Ratusan pelajar SMK Negeri 1 Sayung, Demak, Jawa Tengah mencium tangan guru sambil berurai air mata untuk meminta doa restu menghadapi ujian nasional (UN). Langkah itu dianggap paling penting, setelah tiga tahun belajar di sekolah.
Satu per satu siswa yang sedang menggelar doa bersama, mendatangi guru-gurunya. Dengan terisak mereka memegang tangan gurunya untuk dicium dalam waktu lama. Seketika air mata menetes baik dari pelajar maupun guru.
"Kami sudah tiga tahun ini belajar di sekolah, tentu tak luput dari salah-salah yang membuat guru marah. Untuk itu kami meminta maaf, dan memohon doa restu agar bisa lancar mengerjakan UN," kata seorang pelajar Mila Nailul, usai bersalaman dengan gurunya, Jumat (11/3/2016).
Siswi Jurusan Tata Busana itu mengaku semakin mantap menghadapi UN setelah mendapat restu orangtua dan gurunya. Kendati demikian, dia bersama 137 pelajar lainnya telah mendapatkan pendalaman materi dan latihan soal-soal di sekolah.
"Sebelumnya ada les tambahan, semacam pendalaman materi. Habis itu juga ada try out, untuk mengetahui kesiapan kami dalam mengerjakan soal-soal. Nah, hari ini doa bersama, semoga lancar nanti ujiannya," tukasnya sambil tersenyum.
Kepala SMKN 1 Sayung, Gigis Mohamad Afnan, menyampaikan, pendalaman materi pelajaran saja tak cukup bagi siswa untuk mengahadapi UN. Menurutnya, mental siswa perlu dipersiapkan agar tetap tenang saat berhadapan dengan soal-soal ujian.
"Secara akademis kami sudah sangat siap, namun yang terpenting sebenarnya pada penguatan mental. Dengan doa bersama dan meminta restu guru, maka di situlah letak kepasrahan. Dengan seperti ini, maka kami tetap optimistis UN bisa lulus 100 persen," tandasnya.
Gigis menambakan, UN rencananya digelar pada 4-7 April 2016. Sedangkan Ujian Sekolah dilaksanakan mulai 14-22 Maret 2016.
(Rifa Nadia Nurfuadah)