Kurikulum Ganda Persulit Panitia SNMPTN 2016

Antara, Jurnalis
Rabu 09 Maret 2016 14:00 WIB
Ilustrasi Foto: dok. Okezone.
Share :

JAKARTA - Saat ini, puluhan ribu SMA/sederajat di Indonesia menerapkan kurikulum 2006 dan 2013. Penerapan kurikulum yang tak seragam tersebut membuat panitia SNMPTN 2016 kesulitan.

"Pemeringkatan siswa yang layak dan tidak layak mendaftar itu disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Kami minta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tidak bolak-balik menggunakan kurikulum, karena kita yang repot," ujar Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Rochmat, seperti dilansir Antara, Rabu (9/3/2016).

Menurut Rochmat, panitia SNMPTN 2016 cukup sulit dalam melakukan pemeringkatan karena SMA di Tanah Air menggunakan dua kurikulum. Dia menjelaskan, sistem akan melakukan pemeringkatan berdasarkan jumlah SKS untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013 dan berdasarkan jam belajar untuk sekolah yang menggunakan kurikulum 2006 atau KTSP.

"Penerapan kurikulum yang berbeda ini membuat pemeringkatan SNMPTN 2016 tidak menjadi seideal semula," imbuh Rochmat.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menambahkan, ada beberapa kriteria lain dalam menentukan siswa yang layak mendaftar SNMPTN 2016. Dari segi akreditasi, maka sekolah dengan akreditasi A maka 75 persen siswa terbaik di sekolahnya boleh mendaftar. Kemudian, sekolah dengan akreditasi B maka 50 persen siswa terbaik di sekolahnya bisa mendaftar, sedangkan sekolah dengan akreditasi C maka 20 persen siswa terbaik di sekolahnya bisa mendaftar, dan akreditasi lainnya maka yang berhak mendaftar adalah 10 persen siswa terbaiknya.

"Jika dalam pemeringkatan terjadi beberapa siswa yang memperoleh nilai sama pada peringkat ambang, maka semua siswa direkomendasikan untuk mendaftar SNMPTN 2016," tambahnya.

Pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) dilakukan pada 18 Januari hingga 20 Februari. Kemudian diperpanjang sampai dengan 21 Februari untuk pengisian PDSS dan sampai dengan 23 Februari untuk verifikasi nilai oleh siswa. Setelah sekolah dan siswa tersebut lulus verifikasi, maka harus secepatnya melakukan pendaftaran yang dimulai 29 Februari hingga 12 Maret.

"Jangan ditunda-tunda lagi. Secepatnya mendaftar," imbuh dia.

Proses seleksi dari SNMPTN itu sendiri dilakukan pada 24 Maret sampai dengan 8 Mei. Kemudian pengumuman kelulusan pada 10 Mei. Sedangkan untuk pendaftaran ulang, bertepatan dengan ujian tulis SBMPTN.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya