Anis menjelaskan, pemerintah menyediakan jalur undangan hanya untuk mengapresiasi siswa yang berprestasi tinggi. Namun dia tetap lebih memilih ujian tulis karena jalur ini menjadikan semua lulusan sekolah menengah untuk bebas berkompetisi.
Di saat yang sama, Anis masih tidak percaya dengan seleksi rapor karena terlalu banyak strategi yang dilakukan sekolah untuk meluluskan siswanya, salah satunya dengan manipulasi nilai. "Oleh karena itu, jika pemerintah masih ingin membuka jalur undangan sebaiknya kuotanya diturunkan hingga 30 persen saja," tandas Anis.
Melalui platform petisi berpengguna 70 juta orang Change.org, pemetisi yang menamakan dirinya Angkatan 2016 meminta pemerintah untuk menyelamatkan calon mahasiswa dari proses seleksi SNMPTN 2016 yang tidak transparan.
Petisi bertajuk "Muhammad Nasir Selamatkan Angkatan 2016 dari Kesalahan Sistem SNMPTN" itu menyebutkan, banyak siswa yang sebenarnya layak mengikuti seleksi namun digagalkan. Padahal mereka menilai mempunyai nilai tertinggi dan layak ikut SNMPTN 2016.
(Rifa Nadia Nurfuadah)