"Sekolah bersangkutan mungkin merasa bersalah kepada siswanya. Karena walaupun ada mata pelajaran yang dikurangi seharusnya jumlah jam atau SKS untuk lulus tetap sama dengan kelas reguler, seperti di perguruan tinggi," ucapnya.
Lantaran pengisian PDSS untuk mendaftar SNMPTN 2016 sudah ditutup, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut mengungkapkan, siswa-siswa tersebut masih bisa mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau ujian mandiri (UM).
"Mereka para siswa yang pintar, jadi saya percaya bisa mengikuti SBMPTN atau UM. Mungkin penyebabnya ada sekolah yang tidak tahu, tetapi memang pembagi itu harus disamakan supaya fair," ujarnya.
Berdasarkan pemeringkatan, terdapat 1.382.849 siswa dari 2.069.709 calon lulusan yang masuk menjadi peserta SNMPTN 2016. Rochmat mengimbau, kepada para peserta tersebut segera mendaftarkan diri sebelum memasuki batas akhir pendaftaran.
"Tolong yang masuk pemeringkatan peserta SNMPTN 2016 segera cepat-cepat daftar. Kalau nunggu last minute khawatir tak bisa masuk. Pilih PTN dan prodi yang diinginkan," tandasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)