Universitas Pertamina direncanakan memiliki enam fakultas dengan 15 program studi, seluruhnya untuk program sarjana (S1). Ke-15 program studi tersebut, yakni teknik geofisika, teknik geologi, teknik perminyakan, teknik mesin, teknik, elektro teknik kimia, teknik logistik, dan teknik sipil serta teknik lingkungan. Selain itu, universitas baru ini juga membuka program studi ilmu komputer, ilmu kimia, ilmu komunikasi, hubungan internasional, ekonomi, dan manajemen.
Pada Juli mendatang, lanjut Umar, Pertamina Foundation memperkirakan setiap program studi sarjana minimal menampung 60 mahasiswa. Menurut dia, para mahasiswa nantinya tidak hanya akan mendapatkan fondasi akademis yang kuat, tetapi juga mendapatkan transfer of knowledge yang sangat berharga dari tenaga-tenaga pengajar yang berpengalaman pada kegiatan pengelolaan energi di Pertamnina.
"Soal biaya pendidikan akan dikelola oleh manajemen universitas. Kurikulum pasti akan lebih fokus dan berbeda dari perguruan tinggi lain," imbuhnya.
Sementara Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro menjelaskan, Universitas Pertamina merupakan perwujudan komitmen Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi dan salah satu BUMN terbesar di Indonesia dalam rangka memberikan konstribusi nyata pada masyarakat, bangsa, negara, dan peradaban melalui penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi.
"Ke depan, kita akan butuh banyak SDM unggul di bidang yang terkait dengan bisnis energi terintegrasi," tandasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)