JAKARTA - Setelah terbukti dapat diterapkan, sistem computer based test (CBT) yang dipakai pada ujian nasional (UN) akan diadopsi dalam penyelenggaraan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Tahun ini adalah kali pertama sistem SBMPTN CBT diterapkan.
Selain SBMPTN CBT, sistem yang setiap tahun dipakai, yaitu paper based test (PBT) juga masih akan dipakai. Ketua Umum Pantia SBMPTN 2016, Rochmat Wahab menuturkan, pihaknya sudah mendata perguruan tinggi negeri (PTN) yang siap menerapkan sistem tersebut.
"Sementara saat ini ada 16, tapi akan di-review dulu. Jadi nanti bisa kurang atau bertambah jumlahnya," kata Rochmat dalam peluncuran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan SBMPTN 2016 di Kemristekdikti, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Ujian tulis SBMPTN 2016 sendiri dijadwalkan pada 31 Mei. Pada tanggal yang sama, peserta SNMPTN 2016, alias jalur undangan, yang lulus seleksi wajib datang ke kampus penerima untuk melakukan verifikasi fisik.
Dalam acara peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2016 juga terungkap, calon peserta SBMPTN 2016 harus menyiapkan dana lebih besar untuk biaya pendaftaran. Pasalnya, panitia menetapkan kenaikan 100 persen dari biaya pendaftaran SBMPTN tahun sebelumnya.
"Biaya pendaftaran SBMPTN naik dari Rp100 ribu menjadi Rp200 ribu memang karena kebutuhan penyelenggaran SBMPTN meningkat. Bukan karena anggaran terbatas, tapi memang subsidi dikurangi supaya masyarakat juga berkontribusi," ucap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir.
(Rifa Nadia Nurfuadah)