JAKARTA - Selain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) alias jalur undangan, siswa kelas XII bisa menembus pintu kampus negeri melalui ujian tulis dan keterampilan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Tahun ini, panitia SBMPTN 2016 menyiapkan sistem computer based test (CBT) seperti yang dipakai pada Ujian Nasional (UN).
Sistem paper based test (PBT) sendiri masih akan dipakai. Namun, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Herry Suhardiyanto menjelaskan, CBT merupakan metode yang bisa membantu proses seleksi supaya lebih efektif.
"Semua proses, baik SBMPTN CBT atau PBT tetap akuntabel dan menggunakan prinsip integritas. Saya berharap, dapat menghasilkan calon mahasiswa baru yang berpeluang besar untuk menyelesaikan studi," ujar Herry dalam peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2016 di Kemristekdikti, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir memaparkan, tes berbasis komputer merupakan salah satu pembaruan dari proses seleksi masuk PTN. Dia menegaskan, pelaksanaan SBMPTN CBT akan menyesuaikan dengan infrastruktur yang tersedia.
"Akan mencoba pada PTN yang memang infrastrukturnya memadai dan layak. Apalagi dalam SBMPTN CBT keamanan data sangat penting," ucapnya.