Pilih Pemimpin Peduli Pendidikan

Antara, Jurnalis
Selasa 08 Desember 2015 18:42 WIB
Ilustrasi: suasana di tempat pemungutan suara (TPS) pilkada. (dok. Okezone)
Share :

SINGARAJA - Sebagai pemilih pemula, mahasiswa dilarang apatis dalam urusan memilih kepala daerah. Bahkan, mahasiswa seharusnya memilih pemimpin yang peduli pendidikan.

Hal tersebut ditegaskan Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali, Prof Dr I Wayan Lasmawan MPd. Memilih pemimpin daerah yang peduli pada sektor pendidikan, katanya, akan meningkatkan daya saing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Kami harap kalangan muda dan masyarakat pada umumnya peduli dengan daerahnya dengan cara memilih pemimpin yang memang serius menjalankan pembangunan, fokus membenahi bidang pendidikan pada pilkada serentak 9 Desember 2015," kata I Wayan Lasmawan di Singaraja.

Dia berpendapat, pengembangan sektor pendidikan di Pulau Dewata, khususnya di beberapa daerah/kabupaten selama ini hanya pada permukaan. "Dalam hal ini, belum ada keseriusan dari para pemimpin daerah mengembangkan sektor pendidikan menuju arah yang lebih baik," imbuhnya.

Lasmawan yang juga pembantu rektor II Undiksha itu mencontohkan rendahnya intensitas kerjasama antara pemerintah daerah di Pulau Dewata dengan kalangan akademisi di beberapa perguruan tinggi besar di Bali dalam hal pembangunan.

"Kami bisa menghitung hanya beberapa saja yang menjalin kerja sama dengan Undiksha misalnya dalam hal peningkatan sumber daya manusia di daerah, padahal banyak orang orang hebat di perguruan tinggi, ahli dalam berbagai bidang keilmuan," paparnya.

Dikatakan, kerjasama dapat dijalin dengan perguruan tinggi seperti peningkatkan kualifikasi pendidikan staf pemda, diklat keterampilan, peningkatan kompetensi dan lain-lain. "Selain itu, dalam bidang keahlian, kami misalnya memiliki tenaga ahli kualifikasi doktor dan profesor berbagai bidang, ahli hukum, ahli ekonomi, pakar politik dan masih banyak lagi," paparnya.

Oleh karena itu, kata Lasmawan, generasi muda sebagai agen perubahan dan juga pemilik suara paling besar harus memilih pemimpin yang benar benar memiliki visi jelas membangun pendidikan. Saat ini sedikitnya 40 persen para pemilih berasal dari kalangan usia produktif.

"Bukah hanya itu saja, kami berharap pemilih muda dan pemula menggunakan hal politiknya dengan baik, dengan memilih calon yang memiliki jejak karier yang baik dan serius membangun pendidikan," tandasnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya