"Saat ini ada beberapa proyek pembangunan yang masih dalam pengerjaan. Diharapkan rektor berikutnya tidak terlalu mengusiknya justru lebih pada pengawalan dan pengawasan hingga selesai," katanya.
Beberapa pembangunan yang masih dalam tahap pengerjaan antara lain rumah sakit pendidikan, masjid, asrama mahasiswa, parkir dan koridor auditorium, jalan alternatif, Gedung Teknik dan rencana pembangunan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kesemua proyek tersebut telah masuk dalam anggaran dan telah memiliki rancangan yang baku sehingga tinggal menunggu pembangunannya selesai. Menurut Werry, bila hal ini diusik lagi atau dirubah dapat merugikan Unand terutama dalam hal kepercayaan investor.
"Paling penting di antara bangunan tersebut yakni menjaga ketetapan akses jalan kampus yang saat ini telah terhubung antara jalan utama dengan jalur lingkar selatan," katanya.
Hal ini penting karena selama jabatannya pembangunan jalur kampus tersebut dapat menekan tingkat kecelakaan dan perpecahan antarfakultas sebagaimana sebelum 2011. Selain itu akses jalan tersebut memudahkan mobilitas civitas akademika yang saat ini intensitasnya tergolong tinggi.
Sementara itu salah satu warga masyarakat yang tinggal di sekitar kampus Delli mengakui adanya pembukaan akses jalur Unand tersebut ikut berimbas kepada masyarakat. Sebagai contoh, katanya, semenjak dibukanya jalur kampus-Banda Buek kegiatan masyarakat dalam jual beli pada pasarnya menjadi lebih mudah dengan waktu yang lebih singkat. Menurutnya, program ini menjadi keberhasilan rektor Werry yang tidak hanya memikirkan kampus namun juga masyarakat sekitar.
(Rifa Nadia Nurfuadah)