Pembuatnya adalah Farauq Arrahman, Galih Nugraha, dan Putri Vionita; tiga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Produk inovatif ini mereka namai Gucakusi alias Gula Cair Kulit Singkong.
Berangkat dari konsep zero waste, para mahasiswa ini mencoba untuk memanfaatkan kulit singkong yang selama ini sering dibuang. Umumnya, kulit singkong segar dipakai sebagai pakan ternak. Namun, kata Abdul Azis, pemanfaatannya pun terbatas karena jika dikonsumsi terlalu banyak maka hewan ternak dapat keracunan sianida (HCN) hingga berujung kematian.
"Karena itu, kami berinisiatif untuk mengolah limbah kulit singkong menjadi sebuah produk yang bernilai, yakni dengan membuat gula cair," ujar Abdul.
Proses pembuatan gula cair dari pati kulit singkong dimulai dengan menghaluskan kulit singkong. Kemudian, campurkan cairan enzim alfa-amilase ke kulit singkong tersebut.