JAKARTA – Pemerintah Kagoshima City, Jepang, mengirim siswa dan siswinya untuk bertukar pikiran serta pengetahuan tentang lingkungan hidup di Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta. Ini merupakan tindaklanjut dari kerjasama aktifitas sosial masyarakat binaan UBL, Pemerintah Kagoshima City Jepang dan Kagoshima University.
Dalam keterangan pers di terima Okezone, Senin 10 Agustus 2015, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UBL selaku tuan rumah menghadirkan masyarakat, kelompok masyarakat (KSM Nyiur) dan sekolah-sekolah yang selama ini menjadi binaan Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur, untuk ikut berpartisipasi.
Kerjasama ini untuk bertukar wawasan dan pengetahuan mengenai kota masing-masing dan aktifitas sosial dalam rangka peduli terhadap lingkungan. Tujuan lainnya adalah memantabkan jalinan kerjasama antara UBL dan Pemerintah Kagoshima City yang dirintis pada Juli 2015.
Kegiatan ini juga merupakan keberlanjutan dari implementasi program kerjasama antara UBL dan Kagoshima University yang sudah dirintis sejak tahun 2014, mengenai sustainable society atau masyarakat yang bersahabat dengan lingkungan.
Termasuk untuk semakin menguatkan konsep business, intellectual, government, community (BIG-C) yaitu meliputi proses daur ulang bahan dasar organik oleh warga menjadi ornamen dan barang seni dengan nilai jual tinggi.
“Bila kegiatan ini bermanfaat dan bermakna, maka selanjutnya pihak Kagoshima akan mengundang tim dari Universitas Budi Luhur untuk berkunjung ke kota kami tahun depan,” kata Katsutoshi Kawano selaku Land Usage Planning and Control Division, Assistant Section Chief Kagoshima City.
Kegiatan ini diakhiri dengan diadakannya workshop pembuatan kerajinan dari plastik kemasan bagi seluruh peserta oleh Ketua KSM Nyiur petani sampah.
Peserta dari diajak berkarya dan menampilkan bagaimana mereka memanfaatkan bahan-bahan bekas sehingga menjadi barang-barang yang dapat dimanfaatkan kembali.
Bagi KatsutoshiKawano, walaupun di Jepang ada Origami (kerajinan melipat kertas Jepang) tapi aktifitas workshop pembuatan kerajinan ini sangat menarik dan hal baru untuk dirinya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))