JAKARTA - Pelaksanaan wisuda bagi kampus sekelas Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung adalah hal biasa. Namun, wisuda kali ini terasa berbeda bagi Unpad. Pasalnya, wisuda tersebut merupakan kegiatan perdana setelah menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Perbedaan lain yang juga nampak dalam wisuda kali ini adalah perubahan bentuk dan warna toga serta baret wisudawan. Unpad ternyata sengaja membedakan tiap jenjang pendidikan dengan warna hijau, biru tua, biru muda, dan merah.
Namun, pembedaan tersebut ternyata dilakukan dengan alasan tertentu. “Kami membedakan warna antar strata, agar para wisudawan termotivasi untuk pencapaian strata yang lebih baik,” tutur Rektor Unpad Ganjar Kurnia, seperti dinukil dari laman Unpad, Rabu (5/11/2014).
Ganjar menyatakan, toga yang digunakan Unpad kali ini memiliki desain baru yang lebih menarik namun tetap mengusung budaya khas Indonesia, yakni batik. Motif batik yang digunakan adalah “Pakuan Pajajaran” yang mencerminkan kebesaran Pajajaran.
"Sementara baret dengan bagian bawah berbentuk persegi lima merupakan bentuk dasar dari logo Unpad dan juga sebagai pelambang Pancasila, pada bagian atasnya berbentuk bundar yang melambangkan dunia. Maknanya dengan semangat ke-Unpad-an dan semangat Pancasila kita harus berkiprah dan berkontribusi untuk kepentingan kemanusiaan di dunia,” paparnya.
Ketua Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 itu menambahkan, ada perubahan lain yang dilakukan Unpad dalam wisuda tersebut. Mulai Wisuda Gelombang I Unpad Tahun Akademik 2014/2015 itu, prosesi wisuda akan diikuti oleh seluruh fakultas di setiap sesi.
"Hal ini berbeda dengan pelaksanaan wisuda gelombang sebelumnya, di mana pelaksanaan wisuda pada setiap sesi tidak diwakili oleh lulusan dari masing-masing fakultas. Sesuai dengan semangat Unpad sebagai suatu universitas, mulai wisuda kali ini, setiap sesi wisuda diikuti oleh seluruh fakultas,” ujar Ganjar.
(Margaret Puspitarini)