Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dialog di IPB University, Mahasiswa Diminta Pahami Hutan Indonesia Secara Utuh

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Sabtu, 03 Oktober 2026 |22:14 WIB
Dialog di IPB University, Mahasiswa Diminta Pahami Hutan Indonesia Secara Utuh
Diskusi di IPB University
A
A
A

BOGOR — Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University mengikuti diskusi mengenai pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan masa depan sektor kehutanan Indonesia dalam kegiatan Celebration FSC Forest Week 2026 di Auditorium Sylva Pertamina, IPB University, Bogor, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat persoalan kehutanan tidak hanya dari sisi ekologi, tetapi juga melalui perspektif akademik, riset, industri, sertifikasi, hingga rantai pasok hasil hutan.

Diskusi menghadirkan sejumlah pembicara dari lingkungan akademik dan sektor kehutanan, antara lain Mohamad Miftah Rahman, PhD, dosen dan peneliti Departemen Hasil Hutan IPB University; Indra Setia Dewi, Value Chain & Business Development Manager FSC Indonesia; serta Thomas Hidayat Kurniawan, CEO MK Academy. Diskusi dipandu Meyla Fadila Hasanah dari MK Academy.

Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop., mengatakan pendidikan memiliki peran dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi persoalan kehutanan yang semakin kompleks.

Menurut Dodik, mahasiswa perlu memahami hutan secara utuh, termasuk keterkaitannya dengan masyarakat, industri, ekonomi, serta lingkungan.

“Hutan bukan hanya sumber daya alam yang perlu kita jaga, tetapi juga bagian penting dari kehidupan dan pembangunan Indonesia. Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang memahami hutan dari perspektif keilmuan sekaligus mampu melihat keterkaitannya dengan masyarakat, industri, ekonomi, dan masa depan lingkungan,” ujar Dodik.

Ia mengatakan persoalan kehutanan membutuhkan kontribusi dari berbagai bidang. Karena itu, mahasiswa kehutanan dinilai perlu memiliki pemahaman yang tidak berhenti pada aspek ekologi, tetapi juga mencakup industri, rantai pasok, sertifikasi, dan pemanfaatan hasil hutan.

Dalam diskusi tersebut, Mohamad Miftah Rahman membuka pembahasan melalui perspektif akademik, riset, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Pembahasan kemudian diperluas pada praktik responsible forest management, sertifikasi, serta bagaimana pengelolaan hasil hutan diteruskan dalam rantai pasok hingga menjadi produk yang digunakan masyarakat.

Indra Setia Dewi menjelaskan bahwa pengelolaan hutan yang bertanggung jawab berkaitan dengan sejumlah aspek, mulai dari lingkungan, sosial, hingga ekonomi. Sementara Thomas Hidayat Kurniawan membahas sertifikasi FSC, traceability, dan supply chain sebagai bagian dari pengelolaan hasil hutan.

Bagi mahasiswa, pembahasan tersebut memberikan gambaran mengenai ruang kerja dan persoalan yang dapat mereka hadapi setelah memasuki dunia profesional. Ilmu kehutanan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan, tetapi juga dapat bersinggungan dengan penelitian, industri, sertifikasi, hingga pengelolaan rantai pasok.

Kegiatan di IPB University tersebut merupakan bagian dari rangkaian FSC Forest Week 2026 di Indonesia yang melibatkan FSC Indonesia, IPB University, Tetra Pak Indonesia, IRCOMM Group, dan MK Academy.

CEO IRCOMM Group Isra Ruddin mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mempertemukan mahasiswa dengan berbagai perspektif mengenai kehutanan.

“Mahasiswa Fakultas Kehutanan merupakan calon profesional yang nantinya akan terlibat dalam pengelolaan hutan, industri, riset, kebijakan, maupun rantai pasok,” kata Isra.

Sementara itu, Thomas mengatakan perkembangan sektor kehutanan membuat kebutuhan terhadap tenaga profesional dengan pemahaman mengenai keberlanjutan, sertifikasi, asesmen, dan rantai pasok ikut berkembang.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pembelajaran di perguruan tinggi dengan perkembangan persoalan dan kebutuhan di sektor kehutanan. Melalui forum semacam ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat hubungan antara pengetahuan yang dipelajari di kampus dengan praktik pengelolaan hutan dan hasil hutan di lapangan.

Selain diskusi di lingkungan kampus, rangkaian FSC Forest Week 2026 di Indonesia juga mencakup sejumlah kegiatan edukasi dan program kreatif yang ditujukan untuk memperkenalkan isu kehutanan kepada masyarakat.

Di IPB University, kegiatan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembahasan mengenai masa depan kehutanan Indonesia, dengan menyoroti kebutuhan akan kompetensi akademik sekaligus pemahaman terhadap persoalan yang melibatkan berbagai sektor.

(Khafid Mardiyansyah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement