Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

iNews Campus Connect 2026 di Untar, Mahasiswa Diingatkan Pentingnya Data Sebelum Berkomentar di Media Sosial

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 30 September 2026 |17:44 WIB
iNews Campus Connect 2026 di Untar, Mahasiswa Diingatkan Pentingnya Data Sebelum Berkomentar di Media Sosial
ICC 2026 di Untar. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Gelaran hari kedua iNews Campus Connect (ICC) 2026 di Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta pada Rabu (30/9/2026) kembali menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membahas isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Salah satunya soal menggunakan suara di tengah derasnya arus informasi digital.

Isu itu dibahas dalam program Mahasiswa Bersuara. Sesi ini menghadirkan konten kreator Sherly Annavita dan pendiri Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin.

ICC Untar. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
ICC Untar. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)

1. Mahasiswa Diingatkan Pentingnya Data

Dalam sesi tersebut, Ahmad Alimuddin atau yang akrab disapa Bang Alim menceritakan awal mula dirinya serius membuat konten yang membahas berbagai isu publik.

Menariknya, Ahmad Alimuddin mengaku sudah mengenal dan mengagumi Sherly Annavita sejak masih menjadi mahasiswa. Keduanya diketahui pernah berada di kampus yang sama sebagai penerima beasiswa Paramadina Fellowship.

Alim mengatakan, pemikiran Sherly saat mengikuti sebuah kompetisi ketika masih kuliah menjadi salah satu hal yang membuatnya tertarik mengikuti konten-konten Sherly hingga kini.

“Sampai hari ini ketika saya ngonten pun saya melihat kontennya Kak Sherly, karena kontennya itu bagus, memberikan perspektif dalam berbagai isu-isu yang ada,” ujar Alim.

Sementara untuk perjalanan kontennya sendiri, Alim mengatakan dirinya mulai serius membuat konten setelah Pilpres 2024. Saat itu, ia merupakan salah satu pengurus relawan salah satu calon.

Namun, awalnya ia belum terlalu serius membuat konten. Salah satu hal yang kemudian mendorongnya aktif adalah isu yang berkaitan dengan daerah asalnya, Sumbawa.

Alim menjelaskan, Sumbawa telah lama memiliki keinginan untuk menjadi provinsi sendiri. Ketika isu tersebut kembali mencuat, ia mulai serius membuat konten karena melihat persoalan itu cukup mendapat perhatian di daerah.

Dari sana, pembahasannya kemudian berkembang ke berbagai isu nasional. Menurut Alim, saat itu ia melihat banyak konten yang lebih banyak menyebarkan disinformasi dibandingkan memberikan perspektif.

Pengalamannya selama terlibat dalam kegiatan kampanye di hampir 20 provinsi juga membuatnya merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan sudut pandang yang ia pahami kepada masyarakat.

“Saya punya tanggung jawab moral untuk memberikan perspektif yang saya pahami kepada masyarakat,” katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement