NAMA Achmad Resal Octavian menjadi sorotan setelah video dirinya terlibat adu argumen dengan pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi saat Persija menghadapi Java United pada pekan ketiga Super League 2026-2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu 19 September 2026.
Dalam video yang beredar di media sosial, Resal terlihat mendatangi area bench Persija. Ia terdengar mengatakan kepada Shin Tae-yong, “Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya.” Video tersebut kemudian ramai diperbincangkan. Lantas, siapa sebenarnya Achmad Resal Octavian?

Achmad Resal Octavian lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 6 Oktober 1993. Ia merupakan sosok yang cukup lama berkiprah di sepak bola Indonesia, baik sebagai pemain maupun bagian dari staf kepelatihan.
Sebelum menjadi Direktur Teknik Java United, Resal menjalani sejumlah peran, mulai dari pemain, staf pelatih, asisten pelatih, pelatih interim hingga direktur teknik. Data Transfermarkt mencatat Resal berkewarganegaraan Indonesia dan memiliki lisensi kepelatihan A AFC.
Resal sebelumnya tercatat sebagai bagian dari staf PSIS Semarang sejak 2018. Kemudian, dia bergabung dengan klub yang saat itu bernama Malut United.
Pendidikan sepakbola Resal tidak hanya ditempuh melalui kompetisi di Indonesia. Ia merupakan jebolan program pembinaan SAD Indonesia (Sociedad Anónima Deportiva) di Uruguay.
Program tersebut menjadi salah satu jalur pembinaan pemain muda Indonesia dengan mengirimkan pemain untuk mendapatkan pengalaman dan pendidikan sepak bola di Uruguay. Resal disebut menimba ilmu sepakbola di Uruguay bersama sejumlah pemain muda Indonesia, termasuk Alfin Tuasalamony.
Setelah kembali ke Indonesia, Resal melanjutkan kariernya sebagai pemain PSIS Semarang. Untuk pendidikan formal seperti sekolah atau perguruan tinggi, informasi terverifikasi mengenai institusi dan jenjang pendidikan yang ditempuh Resal belum banyak dipublikasikan.

Sebelum berkarier sebagai pelatih, Resal lebih dahulu menjadi pemain. Ia tercatat pernah memperkuat PSIS Semarang. Setelah karier bermainnya berakhir, Resal beralih ke dunia kepelatihan dan mulai bergabung dengan staf PSIS.
Dilansir dari Transfermarkt, Resal menjadi asisten pelatih PSIS sejak Januari 2018. Dalam periode tersebut, ia bekerja bersama sejumlah pelatih kepala, termasuk Jafri Sastra, Bambang Nurdiansyah, Vincenzo Alberto Annese, Dragan Djukanovic dan beberapa nama lainnya.
Perjalanan karier Resal kemudian berlanjut bersama Malut United. Ia bergabung dengan klub tersebut pada 2023 ketika masih berada dalam proses membangun struktur tim.
Resal awalnya bekerja sebagai asisten pelatih. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan yang mendampingi Imran Nahumarury dan kemudian Hendri Susilo.
Seiring waktu, tanggung jawab Resal bertambah. Ia kemudian dipercaya menduduki posisi Direktur Teknik Malut United. Dokumen pertandingan resmi I.League pada 2026 juga mencantumkan Achmad Resal Octavian sebagai Direktur Teknik Malut United.
Memasuki musim 2026-2027, Malut United berubah menjadi Java United FC dan memindahkan basisnya ke Jawa Tengah. Pada Agustus 2026, Java United secara resmi menunjuk Resal sebagai Direktur Teknik. Resal disebut sebagai putra asli Jawa Tengah dan sosok yang telah mengikuti perjalanan klub sejak masih bernama Malut United.
Selain menjalankan tugas sebagai direktur teknik, Resal juga terus mengembangkan kualifikasinya di bidang kepelatihan. Pada 2026, ia terpilih menjadi salah satu peserta Kursus Lisensi AFC Pro, jenjang tertinggi lisensi kepelatihan sepak bola di Asia. Ia disebut menjadi peserta termuda dalam program tersebut dengan usia 32 tahun.
Nama: Achmad Resal Octavian
Nama panggilan: Resal
Tempat lahir: Semarang, Jawa Tengah
Tanggal lahir: 6 Oktober 1993
Kewarganegaraan: Indonesia
Profesi: Direktur Teknik Java United
Mantan pemain: PSIS Semarang
Pembinaan: SAD Indonesia di Uruguay
Lisensi: A AFC; terpilih mengikuti Kursus Lisensi AFC Pro 2026
Karier kepelatihan: PSIS Semarang, Malut United, Java United
(Djanti Virantika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik