Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Neeltje, Siswi Papua yang Dipercaya Jadi Pembawa Baki saat Penurunan Bendera di Istana

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2026 |11:48 WIB
Kisah Neeltje, Siswi Papua yang Dipercaya Jadi Pembawa Baki saat Penurunan Bendera di Istana
Neeltje Deliana Insjowi Werimon, siswi asal Papua yang dipercaya sebagai pembawa baki. (Foto: dok Sekretariat Presiden)
A
A
A

JAKARTA - Momen penurunan Sang Merah Putih pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Neeltje Deliana Insjowi Werimon, siswi asal Papua yang dipercaya sebagai pembawa baki.

Neeltje merupakan siswi SMA Negeri 8 Kota Jayapura, Papua. Ia mengaku sama sekali tidak menyangka akan terpilih untuk menjalankan salah satu tugas penting dalam prosesi penurunan bendera tersebut.

Menurut Neeltje, sejak awal dirinya menyadari banyak peserta lain yang juga memiliki kemampuan dan layak mendapat kesempatan serupa. Karena itu, ketika akhirnya dipercaya menjadi pembawa baki, ia merasa bahagia sekaligus tidak menyangka.

“Perasaan saya setelah terpilih menjadi pembawa baki tentunya senang, tetapi tidak expect sama sekali karena di sini banyak sekali yang bagus, tetapi Tuhan memilih saya dan saya menjalankan tugas itu dengan baik,” ujar Neeltje dikutip dari Instagram mustikaratuind.

Setelah seluruh prosesi penurunan bendera selesai, rasa lega langsung dirasakan Neeltje. Ia bersyukur dapat menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepadanya dengan baik.

“Setelah penurunan, perasaan saya tentunya sangat lega karena sudah menjalankan tugas dengan baik dan teman-teman juga senang buat saya. Dan itu membuat perasaan saya sangat bahagia sekali,” tuturnya.

Haru saat Sang Ayah Menyaksikan di Bangku Penonton

Ada satu momen lain yang membuat perasaannya semakin campur aduk. Di tengah suasana upacara, Neeltje sempat melihat sang ayah berada di antara para penonton.

Melihat sosok ayahnya dari lokasi upacara bahkan sempat membuat Neeltje ingin menangis. Namun, ia berusaha tetap mengendalikan emosinya dan bersyukur karena seluruh rangkaian tugas dapat berjalan lancar.

“Dan juga tadi sempat melihat papa juga di penonton, sempat mau menangis juga sebelum ke depan tapi saya mengucap terima kasih kepada Tuhan karena sudah melancarkan kegiatan kita semua hari ini,” katanya.

Rasa Gugup di Dekat Presiden Prabowo Subianto

Selain rasa haru, Neeltje juga sempat merasakan gugup ketika harus menyerahkan bendera dalam prosesi tersebut. Pasalnya, ia harus berada sangat dekat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Neeltje mengaku belum pernah berada sedekat itu dengan Presiden sebelumnya. Meski gugup, ia berusaha tetap fokus agar dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin.

“Pas ngasih bendera itu gugup sekali karena belum pernah sedekat itu sama Pak Presiden,” ungkapnya.

Neeltje berharap tugas yang dijalankannya dalam upacara tersebut dapat meninggalkan kesan yang baik, khususnya sebagai bagian dari angkatan yang bertugas pada peringatan HUT ke-81 RI.

“Tapi semoga saya melakukan tugas itu dengan baik di depan mata Bapak Presiden, dan semoga ini bisa menjadi kesan baik angkatan 2024 kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

(Agustina Wulandari )

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement