Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OVO dan Bank Indonesia Gelar Fintech Academy di Unpad, Dihadiri 10.000 Maba

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |22:14 WIB
OVO dan Bank Indonesia Gelar Fintech Academy di Unpad, Dihadiri 10.000 Maba
Para pembicara dalam Fintech Academy x MoneyFestasi. (Foto: dok OVO)
A
A
A

JATINANGOR - OVO dan Bank Indonesia melanjutkan komitmen dalam memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui Fintech Academy berkolaborasi dengan MoneyFestasi. Roadshow Fintech Academy x MoneyFestasi merupakan rangkaian Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (PRABU UNPAD 2026).

Mengusung tema “Literasi Digital untuk Generasi Muda, Bijak di Media Sosial dan Bertransaksi di Era Digital”, edukasi literasi keuangan ini diberikan kepada 10.000 peserta saat orientasi mahasiswa baru. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mereka dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan bertransaksi digital sejak awal masa perkuliahan.

Program Fintech Academy bertujuan memperluas akses edukasi keuangan digital dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda. Melalui program yang menjangkau berbagai kampus di Indonesia ini, OVO berharap edukasi keuangan digital dapat hadir lebih merata di berbagai daerah.

Talk show interaktif ini menghadirkan para pembicara, antara lain Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Junanto Herdiawan, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, dan Financial Planner, Rista Zwestika.

Edukasi ini menjadi relevan di tengah kesenjangan sebesar 14,05 poin persentase antara tingkat inklusi dan literasi keuangan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Hal ini menunjukkan bahwa tingginya pemanfaatan layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan untuk memahami manfaat, risiko, dan cara penggunaannya secara tepat. Ketimpangan tersebut menjadi semakin penting untuk diatasi di tengah maraknya kejahatan digital.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat lebih dari 572.000 laporan rekening penipuan melalui layanan CekRekening.id sepanjang 2017 hingga 2024, serta memblokir lebih dari 13.000 nomor telepon yang terindikasi penipuan hingga Mei 2026. Kondisi ini mempertegas pentingnya membekali mahasiswa baru, yang mulai memasuki fase hidup lebih mandiri, dengan kemampuan mengelola keuangan sekaligus melindungi diri saat beraktivitas di ruang digital.

iCC Unpad 2
Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra saat menyampaikan pentingnya membekali generasi muda dengan literasi keuangan dan keamanan digital sejak awal masa perkuliahan dalam acara Fintech Academy yang berlangsung di Lapangan Jati Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Selasa (11/8). (Foto: dok OVO)

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, masa awal perkuliahan merupakan momentum penting untuk membangun kebiasaan finansial dan digital yang sehat. “Mahasiswa baru sedang memasuki fase yang menuntut kemandirian dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan layanan digital," ujarnya.

"Melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia, MoneyFestasi dan UNPAD, kami berharap inisiatif Fintech Academy by OVO ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengenali risiko, bertransaksi secara aman, serta membangun kebiasaan finansial yang bertanggung jawab sejak awal perkuliahan hingga memasuki dunia kerja nantinya,” ucapnya.

iCC Unpad 3
Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Junanto Herdiawan, Direktur Operasional IDX Channel dan Pemimpin Redaksi Okezone Masirom, dan Financial Planner, Rista Zwestika, berfoto bersama ribuan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran dalam rangkaian Fintech Academy, Selasa (11/8). (Foto: dok OVO)

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Junanto Herdiawan menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif.

“Di era digital, apa yang kita lakukan di ruang digital, baik melalui media sosial maupun transaksi digital, perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Saring sebelum sharing, jaga data pribadi, dan pastikan setiap transaksi dilakukan dengan aman," tuturnya.

"Kalau ragu, stop dulu, jangan panik, lakukan verifikasi melalui kanal resmi. Di Generasi muda harus menjadi agen literasi yang cerdas agar manfaat ekosistem digital dapat dirasakan secara optimal dan aman,” ujar Junanto.

Selama sesi talk show interaktif ini, para mahasiswa baru juga dibekali pemahaman tentang tiga aspek utama literasi keuangan dan keamanan digital. Pembekalan tersebut mencakup kemampuan mengenali ciri dan red flags produk keuangan ilegal, kewaspadaan terhadap modus social engineering yang mengincar data sensitif seperti PIN dan kode OTP, serta strategi praktis untuk mengelola uang kiriman secara bijak agar terhindar dari perilaku konsumtif.

"Mahasiswa tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai mengatur keuangan. Biasakan menyusun prioritas, mengelola uang sesuai kebutuhan, dan menyisihkan dana sejak awal. Begitu pula saat memilih produk keuangan atau berinvestasi, pastikan setiap keputusan didasarkan pada tujuan, manfaat, risiko, dan kemampuan, bukan sekadar mengikuti tren atau Fear of Missing Out (FOMO),” kata Rista Zwestika, Financial Planner.

Program edukasi Fintech Academy by OVO terus memperluas jangkauannya di lingkungan perguruan tinggi sebagai upaya untuk membangun generasi muda yang lebih cakap secara finansial di era digital.

Sepanjang 2026, program ini telah hadir di Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Padjadjaran dengan total lebih dari 10.400 mahasiswa, dan akan berlanjut ke tiga kampus lain yang akan menjangkau total 600 mahasiswa di sepanjang 2026. Jumlah ini akan menambah total partisipan Fintech Academy sejak pertama kali diluncurkan di tahun 2021, menjadi lebih dari 16.000 mahasiswa di seluruh Indonesia. 

Melalui kolaborasi bersama MoneyFestasi, OVO berharap edukasi ini dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial yang sehat serta memanfaatkan layanan digital secara bijak dan bertanggung jawab seiring meningkatnya kebutuhan mereka akan berbagai layanan keuangan di era digital.

(Agustina Wulandari )

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement