Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Kita Sering Tidak Bisa Mengingat Mimpi?

Muhammad Fadli Rizal , Jurnalis-Minggu, 23 April 2023 |06:00 WIB
Mengapa Kita Sering Tidak Bisa Mengingat Mimpi?
Ilustrasi (Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Bunga tidur alias mimpi merupakan hal rumit. Kadang manusia bisa mengingat sebuah mimpi dengan detail, bisa juga melupakan mimpinya semalam.

Kondisi lupa akan mimpi dialami banyak orang. Dikutip dari Scientific American, Minggu (23/4/2023), otak manusia lebih baik dalam mengidentifikasi warna daripada suara.

Kemampuan untuk mengidentifikasi frekuensi cahaya yang tepat terkait dengan warna yang sebenarnya lebih baik daripada kemampuan kita untuk memberi nama nada. Persepsi manusia tentang cahaya tergantung pada konteksnya.

Contohnya saja, ketika Anda pergi ke toko cat dan memilih warna putih, namun saat tiba di rumah justru yang Anda bawa adalah warna merah muda. Hal ini terjadi karena cahaya yang ada di sekitar toko cat berbeda dari rumah Anda.

 BACA JUGA:

Banyak orang yang merasa mereka lebih mahir dalam mengidentifikasikan warna, karena warna yang mereka kenal pada sebuah objek tertentu tidak berubah.

Namun, ketika mendengar dan mengidentifikasi suara, manusia pun memiliki kemampuan yang luar biasa untuk membedakan jenis suara yang berbeda. Misalnya, manusia dapat membedakan suara wanita dan pria walaupun dengan mata yang tertutup.

Lalu, mengapa mimpi bisa hilang dalam ingatan setelah terbangun? Ternyata, hal ini bisa terjadi karena kondisi neurokimia di otak yang terjadi saat tidur. Saat manusia bermimpi ketika tidur, hormone norepinephrine terhenti produksinya.

 BACA JUGA:

Padahal, hormone norepinephrine adalah hormon yang terdapat pada korteks cerebral, yang berfungsi mengelola memori, pikiran, bahasa dan kesadaran seseorang.

Kondisi tersebut juga dijelaskan oleh Ernest Hartmann, seorang professor psikiatris dari Tufts University School of Medicine.

Sementara, jurnal American Journal of Psychiatry yang diterbitkan pada 2002 juga mendukung teori yang menyatakan hormone norepinephrine meningkatkan daya ingat manusia dan kekurangan norepinephrine dapat membuat manusia lupa akan mimpi-mimpinya ketika tidur.

Namun, tidak semua mimpi akan dilupakan. Pasalnya, mimpi-mimpi yang sangat indah atau aneh, akan lebih menarik perhatian dan aktivitas Korteks Prefrontal Dorsolateral, sebuah area otak yang memfasilitasi memori atau ingatan manusia.

Artinya mimpi indah, aneh atau yang menarik perhatian akan diingat. Sederhananya, semakin mengesankan mimpi tersebut, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk mengingatnya.

( Muhammad Fadli Rizal)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement